8 Potret miris warga Rohingya lari meninggalkan Myanmar

KLIKBERITA TERBARU -Saat ini masyarakat dunia sedang berduka atas peristiwa mengerikan yang sedang terjadi di Myanmar. Pasalnya warga Rohingya di Myanmar saat ini tengah mengalami “operasi pembersihan” oleh satuan keamanan Myanmar yang membunuh paling tidak 1.000 orang dan memaksa 300.000 orang lainnya untuk keluar dari Myanmar, seperti dikutip dari The Guardian.

Rohingya merupakan sebuah etnis beragama muslim yang menganggap leluhur mereka berasal dari Persia dan Arab. Mereka juga memiliki bahasa sendiri yang lebih mirip dialek Bengali di Bangladesh.

Walaupun saat ini berada di Myanmar, sebuah negara dengan mayoritas agama Budha, pemerintah Myanmar tidak mengakui status kewarganegaraan mereka sebagai warga Myanmar dan telah lama mengalami diskriminasi seperti dibatasi dalam hal akses kesehatan, pendidikan dan pelayanan umum lainnya.

Kini setelah mengalami “operasi pembersihan”, mereka terpaksa harus lari keluar dari Myanmar. Brilio.net telah berhasil himpun 8 potret momen miris tersebut dari UNHCR The UN Refugee Agency, minggu (5/11).

 

1. Ini momen saat seorang warga Rohingya menyebrangi perbatasan untuk ke Bangladesh.

foto: UNHCR/Roger Arnold

 

2. Lihat deh ekspresi ibunya. Ibu ini satu dari ribuan wanita yang ikut melarikan dari peristiwa mengerikan di Myanmar.

foto: UNHCR/Adam Dean

 

3. Wanita ini menangis setelah berjalan selama 2 hari dari Myanmar bersama-sama dengan ayah dan putranya.

foto: UNHCR/Adam Dean

 

4. Ibu ini mengangis saat akhirnya berhasil tiba dengan selamat di daratan Bangladesh.

 

foto: UNHCR/Adam Dean

 

5. Mereka berkumpul di tepi pantai saat tiba di Bangladesh. Kamu bisa lihat kepulan asap di daratan Myanmar di seberang sana.

foto: UNHCR/Adam Dean

 

6. Kebanyakan datang dalam keadaan terburu-buru dan hanya membawa barang seadanya.

foto: UNHCR/Adam Dean

 

7. Lihat deh kondisi campnya.

foto: UNHCR/Adam Dean

 

8. Sudah setara dengan satu kota besar. Bisa kamu bayangkan berapa jumlah orang yang melarikan diri dari Myanmar.

sumber: UNHCR

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*