
Kenaikan Pangkat Kostrad: Lebih dari Sekadar Seremoni, Ini Tentang Tanggung Jawab Besar
Jakarta, 1 April 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Ruang Mandala Markas Kostrad, Jakarta Pusat, saat 1.303 prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi menerima kenaikan pangkat pada periode 1 April 2026. Namun, di balik seremoni tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang makna pengabdian dan tanggung jawab.
Kegiatan Laporan Korps yang dipimpin Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI Sachono ini bukan hanya menjadi simbol pencapaian karier, tetapi juga titik refleksi bagi setiap prajurit.
Dari total personel yang naik pangkat, terdiri atas 120 Perwira, 802 Bintara, 381 Tamtama, serta 6 PNS. Angka ini menunjukkan besarnya regenerasi dan dinamika sumber daya manusia di tubuh Kostrad.
Dalam amanat Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar yang dibacakan Kaskostrad, ditekankan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sekadar rutinitas administratif.
“Setiap kenaikan pangkat adalah bentuk kepercayaan negara. Ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan loyalitas yang telah ditunjukkan,” ujarnya.
Lebih dari itu, Pangkostrad mengingatkan bahwa pangkat yang lebih tinggi menuntut kualitas diri yang lebih baik—baik dari sisi kompetensi, kepemimpinan, maupun integritas moral.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, di mana prajurit dituntut tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dan berkarakter.
“Semakin tinggi pangkat, semakin besar tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap prajurit harus terus berbenah dan menjaga profesionalisme,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kostrad, termasuk Ir Kostrad, Wair Kostrad, Kapoksahli Pangkostrad, hingga para Asisten Kaskostrad dan perwira ahli lainnya.
Momentum kenaikan pangkat ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi energi baru bagi seluruh prajurit Kostrad untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Romo Kefas)



