
Maros – Kunjungan kerja Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud TNI AD, Mayjen TNI R. Edi Setiawan, ke Markas Batalyon Arhanud 16 Kostrad di Kariango, Maros, menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Kehadiran pimpinan tersebut membawa pesan kuat tentang pentingnya kesiapan, soliditas, dan semangat juang prajurit dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan udara.
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (8/4/2026) itu disambut antusias oleh prajurit “Maleo” bersama anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Suasana penyambutan berlangsung hangat, mencerminkan kedekatan antara pimpinan dan prajurit di lapangan.
Penguatan Moral dan Kepemimpinan Lapangan
Dalam kunjungan tersebut, Danpussenarhanud menegaskan bahwa kekuatan utama satuan tidak hanya terletak pada Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.
Melalui sesi tatap muka, Mayjen TNI R. Edi Setiawan memberikan arahan langsung kepada prajurit dan anggota Persit. Ia menekankan pentingnya pembinaan kemampuan yang berkelanjutan serta kesiapan operasional yang harus selalu terjaga.
“Kesiapan prajurit dan Alutsista harus berjalan beriringan. Profesionalisme menjadi kunci dalam menjawab setiap tantangan tugas,” menjadi penekanan utama dalam arahannya.
Tinjau Alutsista dan Fasilitas Satuan
Selain memberikan pengarahan, Danpussenarhanud juga melakukan peninjauan terhadap Alutsista Arhanud serta fasilitas pendukung di lingkungan satuan.
Peninjauan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh perangkat tempur dan sarana pendukung berada dalam kondisi optimal, sekaligus melihat langsung kesiapan satuan di lapangan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain:
- Ibu Cut R. Edi Setiawan
- Brigjen TNI Elman Nawendro beserta Ibu Via Elman Nawendro
- Kolonel Inf Winas Kurniawan selaku Asops Kasdivif 3 Kostrad
Menjawab Tantangan Pertahanan Udara yang Dinamis
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan satuan dalam menghadapi tantangan pertahanan udara yang semakin kompleks dan dinamis.
Yonarhanud 16 Kostrad sebagai salah satu ujung tombak pertahanan udara darat dituntut untuk selalu siap, adaptif, dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal serta meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjalankan peran strategisnya.
Lebih dari Sekadar Kunjungan
Di balik agenda resmi, kunjungan ini menyimpan makna yang lebih dalam—yakni mempererat hubungan emosional antara pimpinan dan prajurit, sekaligus membangun kepercayaan diri satuan dalam menghadapi tugas ke depan.
Dari Kariango, semangat itu kembali ditegaskan: bahwa kesiapan, loyalitas, dan profesionalisme adalah fondasi utama kekuatan prajurit Arhanud Kostrad.
(Penkostrad)
Jurnalis: Romo Kefas



