
Satgas Kostrad Gagalkan Penyelundupan Beras di Perbatasan, 47 Karung Diamankan
Belu, 13 April 2026 — Upaya penyelundupan bahan pokok melalui jalur tidak resmi kembali terjadi di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menggagalkan aksi tersebut dan mengamankan puluhan karung beras yang diduga berasal dari luar wilayah Indonesia.
Peristiwa ini terjadi di sekitar Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, tepatnya di sektor pengawasan Pos Turiscain, Minggu (12/4/2025).
Terendus dari Aktivitas Mencurigakan
Pengungkapan kasus bermula dari kecurigaan personel jaga terhadap pergerakan dari arah perbatasan yang tidak melalui jalur resmi. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim patroli dan unsur intelijen untuk melakukan penyisiran di area yang dicurigai.
Saat tiba di sekitar Sungai Malibaka, petugas mendapati sejumlah orang tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia. Namun, kehadiran aparat membuat para pelaku melarikan diri dan meninggalkan barang di lokasi.
Barang Bukti Diamankan, Pelaku Masih Diburu
Sebanyak 47 karung beras dengan berat masing-masing 20 kilogram berhasil diamankan. Barang tersebut diduga kuat hendak diselundupkan melalui jalur ilegal untuk menghindari pengawasan resmi di perbatasan.
Hingga kini, aparat masih melakukan upaya penelusuran terhadap para pelaku yang melarikan diri.
Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Bea Cukai Atafufu untuk penanganan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Indikasi Jalur Ilegal Masih Aktif
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa jalur tidak resmi atau “jalur tikus” di wilayah perbatasan masih dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal. Kondisi geografis yang terbuka menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam melakukan pengawasan secara menyeluruh.
Aparat menduga praktik ini merupakan bagian dari pola penyelundupan yang terorganisir, meski masih dalam proses pendalaman.
Aparat Perketat Pengawasan
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara maupun diri sendiri.
Perbatasan Jadi Ujian Ketahanan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa wilayah perbatasan tidak hanya soal garis negara, tetapi juga tentang ketahanan ekonomi dan keamanan. Upaya penyelundupan yang terus terjadi menunjukkan perlunya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan wilayah.
Sumber: Penkostrad
Jurnalis: Romo Kefas



