Tak Ingin Infrastruktur Jadi Ancaman, Wali Kota Bekasi Datangi Jalan Ambles dan Titik Banjir

Tak Ingin Infrastruktur Jadi Ancaman, Wali Kota Bekasi Datangi Jalan Ambles dan Titik Banjir

Spread the love

Tak Ingin Infrastruktur Jadi Ancaman, Wali Kota Bekasi Datangi Jalan Ambles dan Titik Banjir

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah cepat merespons keluhan warga terkait infrastruktur yang dinilai membahayakan keselamatan. turun langsung meninjau jalan ambles di Jalan Raya Cikunir, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (8/1/2026), sekaligus memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana.

Kerusakan jalan yang terjadi sejak akhir Desember 2025 itu disebabkan oleh konstruksi bawah jalan yang telah berusia tua serta beban kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya penerangan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.

“Jalan rusak tidak boleh menjadi ancaman bagi warga. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan,” kata Tri Adhianto saat meninjau lokasi.

Penerangan dan Penertiban Jadi Perhatian

Selain meninjau progres perbaikan, Wali Kota juga menyoroti kebutuhan penerangan jalan di sekitar area ambles. Ia menilai, perbaikan fisik tanpa dukungan fasilitas keselamatan hanya akan memindahkan risiko ke titik lain.

Dalam kesempatan yang sama, Tri menegaskan bahwa bangunan yang berdiri tepat di atas area terdampak akan ditertibkan demi kelancaran perbaikan dan keamanan pengguna jalan. Ia juga menginstruksikan aparat wilayah untuk menata papan nama usaha yang dinilai mengganggu keselamatan dan ketertiban kawasan.

Cek Lokasi Rawan Banjir

Usai meninjau Jalan Raya Cikunir, Wali Kota Bekasi melanjutkan agenda ke Jalan H. Dalih RT 03 RW 03, lokasi yang kerap tergenang saat hujan deras. Pemerintah Kota Bekasi berencana merevitalisasi jembatan penghubung dengan menaikkan elevasi agar aliran air tidak meluap ke badan jalan.

“Penanganan banjir harus berkelanjutan. Infrastruktur harus dirancang agar mampu menghadapi curah hujan tinggi,” ujarnya.

Langkah lapangan ini menjadi sinyal bahwa Pemkot Bekasi tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga memastikan kebijakan infrastruktur berbasis kondisi riil di lapangan.

Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas