Kota Bekasi,06 Januari 2026 – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong pembentukan budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Upaya tersebut dijalankan melalui Program Adiwiyata yang sepanjang 2025 mencatat capaian signifikan.
Sebanyak 21 sekolah di Kota Bekasi berhasil meraih penghargaan Adiwiyata dengan rincian 15 sekolah tingkat kota, enam sekolah tingkat provinsi, dan lima sekolah menembus tingkat nasional. Penghargaan Adiwiyata Nasional diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup kepada sekolah-sekolah berprestasi tersebut.
Kepala , Kiswatiningsih, mengatakan Program Adiwiyata sejalan dengan visi Kota Bekasi Hijau yang dicanangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi. Menurutnya, indikator penilaian Adiwiyata mendukung langsung program strategis pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan sampah.
“Seluruh indikator Adiwiyata selaras dengan program pemerintah. Salah satu poin utama penilaian adalah pengelolaan sampah, yang saat ini menjadi fokus kami,” ujar Kiswatiningsih, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, lima sekolah yang meraih Adiwiyata tingkat nasional sebelumnya telah melewati tahapan penilaian di tingkat kota dan provinsi. Ke depan, Pemkot Bekasi menargetkan lebih banyak sekolah tidak hanya meraih Adiwiyata, tetapi juga naik ke jenjang Adiwiyata Mandiri.
“Untuk Adiwiyata Mandiri, persyaratannya cukup berat. Sekolah yang sudah di tingkat nasional harus membina minimal dua sekolah lain agar tumbuh bersama,” jelasnya.
Budaya Lingkungan Dibangun dari Kebiasaan
Kiswatiningsih menegaskan, membentuk budaya peduli lingkungan bukan perkara instan. Proses tersebut menyasar seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua. Dalam hal ini, DLH Kota Bekasi berperan aktif mendampingi sekolah, termasuk melalui dukungan sarana dan prasarana.
“Apa yang belum mampu dipenuhi sekolah, kami bantu melalui stimulan sarpras agar mereka bisa melalui setiap tahapan,” tambahnya.
Salah satu sekolah yang berhasil naik ke tingkat nasional adalah . Sekolah ini mulai membangun budaya peduli lingkungan sejak 2023 sebelum akhirnya meraih Adiwiyata Nasional.
Kepala SMAN 15 Kota Bekasi, Khomsatun Rokhyati, mengatakan pembentukan budaya dilakukan secara konsisten melalui kebiasaan sederhana namun berkelanjutan. Salah satunya dengan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
“Setiap Jumat, tempat sampah kami simpan dan siswa membawa pulang sampahnya masing-masing. Kami juga membiasakan membawa tumbler dan tempat makan, baik guru maupun siswa,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan wadah sekali pakai dilarang di lingkungan sekolah, termasuk di kantin. Kebiasaan tersebut dikenalkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.
“Sejak 2023, program ini tidak berubah karena membentuk budaya membutuhkan konsistensi,” kata Khomsatun.
SMAN 15 juga telah memiliki fasilitas komposting untuk pengolahan sampah organik serta instalasi hidroponik sebagai media pembelajaran lingkungan. Ke depan, sekolah ini bersama empat sekolah lainnya di Kota Bekasi ditargetkan naik kelas ke Adiwiyata Mandiri.
“Tahun ini kami berencana masuk Adiwiyata Mandiri dengan membina sekolah lain. Siswa juga kami siapkan menjadi duta lingkungan bersama DLH, orang tua, dan KCD Wilayah III,” tutupnya.
Sebagai informasi, lima sekolah peraih Adiwiyata Nasional di Kota Bekasi adalah SDN Mustikajaya IV, SMPN 7 Kota Bekasi, SMPN 32 Kota Bekasi, SMAN 15 Kota Bekasi, dan SMKN 8 Kota Bekasi.
Jurnalis: Salamun
Editor: Romo Kefas
.

