
Di Balik Hangatnya Halal Bihalal, Wawali Bekasi Kirim Sinyal: Saatnya Pemimpin Turun dan Bergerak
BANDUNG, 31 Maret 2026 — Di tengah suasana hangat Halal Bihalal Idulfitri di Gedung Sate, Bandung, Senin (30/3/2026), para kepala daerah saling bersalaman, bermaafan, dan bertukar senyum. Namun di balik itu, tersimpan pesan kuat tentang arah kepemimpinan ke depan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, melihat momen ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan titik refleksi bagi para pemimpin daerah untuk kembali pada esensi pengabdian: hadir dan bekerja untuk masyarakat.
“Setelah saling memaafkan, saatnya kita kembali bekerja dengan hati yang bersih dan komitmen yang lebih kuat,” ujarnya.
Bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan jajaran kepala daerah lainnya, Harris menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya hadir dalam forum resmi, tetapi harus nyata di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa banyak persoalan di daerah yang tidak bisa diselesaikan hanya dari balik meja kerja. Dibutuhkan keberanian untuk turun langsung, melihat, dan merasakan kondisi di lapangan.
“Kadang solusi itu sederhana, tapi kita tidak melihatnya karena terlalu jauh dari masyarakat,” katanya.
Menurutnya, Kota Bekasi sebagai kota dengan dinamika tinggi membutuhkan pendekatan yang lebih responsif dan terbuka terhadap perubahan.
Ia juga menyoroti pentingnya kebersamaan antar daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pelayanan publik hingga pembangunan yang berkelanjutan.
“Kalau kita ingin hasil yang besar, kita harus bergerak bersama. Tidak ada keberhasilan yang dibangun sendirian,” tegasnya.
Momentum Halal Bihalal ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjadi pengingat bahwa setelah kebersamaan dan kehangatan, ada tanggung jawab besar yang menanti untuk ditunaikan.
Dan bagi Pemerintah Kota Bekasi, komitmen itu jelas: bekerja lebih dekat, lebih cepat, dan lebih nyata untuk masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi



