
Kota Bogor – Penyusunan RKPD 2027 resmi dimulai, namun DPRD Kota Bogor langsung mengingatkan satu hal krusial: jangan sampai ribuan aspirasi masyarakat hanya berhenti di forum perencanaan.
Dalam Musrenbang RKPD 2027 yang dirangkaikan dengan Kick Off Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di ICC Botani Square, Rabu (8/4/2026), Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyerahkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) sebagai representasi suara warga.
Ribuan Aspirasi Masuk, Masalah Masih Berulang
DPRD mencatat ribuan usulan masyarakat yang dihimpun dari berbagai wilayah. Namun yang menjadi perhatian, mayoritas aspirasi masih berkutat pada persoalan yang sama setiap tahun:
- Infrastruktur lingkungan
- Pendidikan
- Pelayanan kesehatan
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan mendasar belum sepenuhnya terselesaikan.
“Ini bukan sekadar data, ini realita di lapangan yang harus segera dijawab,” tegas Adityawarman.
Ujian Sesungguhnya: Realisasi, Bukan Wacana
Penyerahan Pokir dinilai baru langkah awal. DPRD menegaskan bahwa ujian sesungguhnya ada pada tahap realisasi program.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah diminta berani menentukan prioritas yang benar-benar berdampak bagi masyarakat luas.
“Aspirasi sudah jelas. Sekarang tinggal bagaimana diwujudkan, bukan sekadar dibahas,” ujarnya.
Sorotan ke Inovasi: Jangan Hanya Jadi Panggung
Peluncuran Bogor Innovation Award (BIA) 2026 juga tak luput dari perhatian. DPRD mengapresiasi, namun mengingatkan agar inovasi tidak hanya berhenti sebagai ajang seremoni.
“Inovasi harus menjawab persoalan nyata, bukan hanya tampil di atas panggung,” kata Adityawarman.
Pesan Tegas DPRD: Rakyat Menunggu Bukti
DPRD Kota Bogor memastikan akan terus mengawal proses RKPD 2027 hingga tahap pelaksanaan.
Aspirasi yang telah dihimpun diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen tahunan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang dirasakan masyarakat.
“Masyarakat tidak butuh janji. Mereka menunggu hasil nyata,” pungkasnya.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo
Publisher: Tim Redaksi



