Tradisi Cio Tao Proses Perkawinan Ala China Benteng

Jakarta – KLIK News Tradisi masyarakat Cina memang seru untuk diperbincangkan. Selain karena keberagaman tradisinya, adat Tiong Hoa juga memiliki filosofi yang mendalam dari setiap simbol-simbol yang dibawa. Sehingga sangat menarik untuk diketahui.

memang upacara Cio Tao tidak semuanya sama persis dilakukan, karena setiap keluarga memiliki pandangan atau pemahaman yang berbeda juga, sehingga ada beberapa variasi dalam sebuah rangakaian upacara adat yang dilakukan. Namun, semuanya telah dilakukan kesepakatan sebelumnya oleh kedua keluarga mempelai.

Apa itu upacara Cio Tao?

prosesi upacara Cio Tao merupakan upacara sembahyang yang dilakukan dalam beberapa tahapan, dengan tujuan memberikan penghormatan kepada Tuhan, alam, leluhur, orang tua dan kedua mempelai. Pada saat upacara, kedua mempelai menggunakan baju khas adat Cina yaitu baju Pao. Upacara Cio Tao ini penuh dengan kesakralan pada setiap prosesi yang dilakukan, terlihat dari makna pada setiap simbolik yang ada.

Upacara Cio Tao sendiri dilakukan pada Pagi hari pada hari pernikahan, namun ada juga yang melakukannya saat tengah malam menjelang hari pernikahan.

Arti makna Simbolik Upacara Cio Tao

Makna simbolik dari upacara Cio Tao terlihat dari beberapa barang yang telah dipersiapkan, seperti meja sembah berwarna merah dengan 3 tingkat, kemudian di bawahnya diberi 7 macam buah, seperti Srikaya yang melambangkan kekayaan. Tidak hanya itu, di bawah meja harus diberi jambangan yang berisi air dan juga rumput berwarna hijau yang melambangkan kemakmuran alam.

Sedangkan untuk di belakang meja diletakan tampah yang memiliki diameter 2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir, timbangan, sumpit, dan barang-barang lainnya, yang tentunya memiliki makna baik dan melambangkan kebaikan, kejujuran, panjang umur dan setia.

Tata Cara Upacara Cio Tao

Upacara Cio Tao merupakan wujud sebuah penghormatan yang dilakukan dengan cara menuangkan teh dan memberikan kepada yang dihormati sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud.

Upacara ini dilakukan dalam beberapa tahapan, seperti :

  1. Sembahyang ini diawali pada saat di rumah
  2. Kemudian dilanjutkan dengan upacara sembahyang di klenteng untuk memberikan penghormatan kepada Tuhan dan para leluhur.
  3. Dan yang terakhir kembali lagi ke rumah untuk melakukan penghormatan kepada orang tua atau orang-orang yang dituakan. Penghormatan kepada orang yang dituakan ini dapat berlangsung lama dengan bersujud kemudian bangun kembali. Atau bisa juga dengan cara yang sebentar saja, yaitu dengan disambut oleh yang dihormati. Setiap penghormatan harus dibalas dengan ang pao. Baik berupa uang, emas atau permata.

Memang saat ini tidak semua keluarga keturunan Tiong Hoa melakukan upacara Cio Tao ini, karena alasan kepraktisan sebuah rangkaian pesta pernikahan. Namun tidak sedikit pula yang masih menjalankan tradisi ini dengan tujuan untuk melestarikan budaya mereka. (Dari berbagai Sumber/Kefas Hervin Devananda)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Ayo tinggalkan komentar :)x
()
x