JAKARTA — Prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad mengambil peran strategis dalam membentuk karakter aparatur negara dengan melatih Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Kegiatan orientasi yang digelar bersama Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini berlangsung di Desa Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Senin (9/2/2026). Program ini menitikberatkan pada pembentukan mental aparatur melalui penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK, kedisiplinan, etika birokrasi, serta wawasan kebangsaan.
Orientasi dipimpin Komandan SSK III Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad, Kapten Arh Felix Rizkha Firano bersama personel Pos Wini. Ia menegaskan bahwa ASN yang bertugas di wilayah perbatasan memiliki tanggung jawab besar sebagai representasi negara di garis terdepan pelayanan publik.
“Perbatasan adalah beranda negara. ASN harus menjadi contoh kedisiplinan, profesionalisme, dan loyalitas kepada bangsa,” ujarnya.
Pembekalan ini diharapkan mampu membentuk aparatur yang tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga memiliki semangat pengabdian tinggi dalam melayani masyarakat perbatasan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran PLBN Wini. Kehadiran prajurit Kostrad dinilai mampu memberikan motivasi serta menanamkan nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan tanggung jawab kepada ASN baru.
Melalui sinergi TNI dan instansi pemerintah, diharapkan kualitas pelayanan publik di wilayah perbatasan semakin kuat sekaligus menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Jurnalis Romo Kefas

