Bambang Soerodjo, Aktivis Kristen yang Merajut Kolaborasi Pendeta dan Pengusaha

Bambang Soerodjo, Aktivis Kristen yang Merajut Kolaborasi Pendeta dan Pengusaha

Spread the love

YOGYAKARTA, 14/01/2026 – Kolaborasi antara pendeta atau hamba Tuhan dengan pengusaha adalah kunci keberhasilan pelayanan Kristen. Pekerjaan Tuhan membutuhkan kesatuan antara kekuatan doa dan kekuatan dana yang kedua-duanya harus diupayakan. Konsep kolaborasi itulah yang selalu diperjuangkan untuk dipraktikkan oleh seorang aktivis Kristen bernama Bambang Soerodjo, SH baik selama berkiprah di Kalimantan Selatan maupun sekarang di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lulus dari UPN Veteran Yogyakarta pada dekade 1980-an, Bambang Soerodjo menjadi seorang ahli dalam pembangunan system pipa untuk pengeboran minyak lepas pantai (offshore drilling). Ia pernah bekerja di perusahaan minyak asing yang beroperasi di Kalimantan Timur. Setelah merasa cukup berkiprah di dunia perminyakan, Bambang lantas menekuni profesi sebagai pengusaha dan pengacara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama 25 tahun lebih. Salah satu bisnisnya adalah di bidang advertising. Bisnis lain yang ditekuninya adalah usaha di bidang perhotelan dan food and beverage yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam sharingnya di Ruang Tamu Jogja Istimewa yang berlokasi di Baciro di Kota Yogyakarta, Bambang menceritakan kisah pertobatannya yang indah setelah dirinya mengalami mujizat berkat pertolongan Tuhan di masa sulit. Waktu itu, kontrakan rumahnya habis dan ia sama sekali tidak punya uang. Bambang dan isteri tercintanya, Dwi Mulyani, berdoa dan keesokan harinya mendapat pinjaman rumah bagus dari seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Sejak itu ia berjanji untuk mengandalkan dan melayani Tuhan.

Semangat melayani itu membawanya berinteraksi dengan para pendeta di Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak tahun 2000-an. Saat itu kepengurusan PGIW (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah) Kalimantan Selatan membutuhkan SDM dan inovasi pelayanan. Sejak itiu sampai sekarang, Bambang aktif dalam kepengurusan PGIW Kalsel sebagai Kepala Bidang. Pada 2015, sebagaimana dilansir media setempat, Bambang tercatat sebagai Ketua I Bidang Pemerintahan, Kependidikan, Hukum, dan Kemasyarakatan. Waktu itu ia aktif merajut sinergi dengan Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan. Sekarang, bahkan setelah ia bertempat tinggal di Yogyakarta, ia tetap diminta sebagai pengawas keuangan PGIW Kalsel.

Bambang Soerodjo adalah aktivis Kristen non-Pendeta yang aktif di kepengurusan PGIW Kalsel tersebut. Sejak pertama kali terlibat, Bambang membagikan konsepnya tentang pelayanan berbasis sinergi pendeta dan pengusaha. Menurut Bambang, pendeta kadang hanya menekankan doa dan pengusaha hanya bekerja keras saja tanpa visi rohani. Pendeta merendahkan pengusaha karena dinilai sekuler atau duniawi. Sementara pengusaha merendahkan pendeta karena karena para hamba Tuhan terkadang munafik, hanya mendekat kepada pengusaha demi uang. Di sisi lain, ada juga pendeta yang memeras pengusaha dengan memanipulasi Firman Tuhan.

Kolaborasi pendeta dan pengusaha akan terajut jika kedua pihak sama-sama berintegritas dan visioner. Pengusaha harus memiliki visi bahwa bisnisnya untuk kemuliaan Tuhan. Pengusaha diberkati untuk mendukung pelayanan Kristen. Kecuali itu baik pendeta maupun pengusaha harus memiliki visi Kesatuan Tubuh Kristus sehingga berkat yang diberikan Tuhan sebagai jawaban doa para pendeta dan hasil kerja keras para pengusaha memakmurkan seluruh gereja yang ada tanpa memandang organisasi dan denominasi.

Sejak 2025, Bambang Soerodjo dan keluarga berdomisili di Yogyakarta. Ia merasa Tuhan memanggilnya untuk melayani di daerah yang Istimewa ini. Misinya tetap sama, ia ingin merajut kolaborasi pendeta dan pengusaha untuk memajukan kekristenan.

Penulis: Haryadi Baskoro
Foto: Istimewa
Editor: SHN