“Bukan Program, Tapi Kuasa Roh Kudus!” Seruan Pdt. Dr. Yanto Paulus Guncang Devosi KPN PGLII 2026
Bandung – Devosi pagi hari kedua Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 berlangsung penuh penegasan rohani saat Pdt. Dr. Yanto Paulus, M.Th., Ketua STT Kharisma Bandung, mengingatkan bahwa gereja tidak akan bertumbuh hanya karena program pelayanan.
Di hadapan ratusan hamba Tuhan dari berbagai wilayah Indonesia, Pdt. Yanto menegaskan bahwa pertumbuhan gereja sejati hanya terjadi ketika gereja hidup dalam kuasa Roh Kudus. Mengangkat Kisah Para Rasul 1:8, ia menekankan bahwa gereja dipanggil menjadi saksi Kristus bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena penyertaan ilahi.
Ia menyoroti bahwa banyak pelayanan gereja terlihat sibuk dan aktif, namun belum tentu menghasilkan pertumbuhan rohani yang kuat. Menurutnya, gereja harus kembali kepada fondasi utama yaitu ketergantungan penuh kepada Roh Kudus, sebagaimana ditegaskan dalam Lukas 24:49, Kisah Para Rasul 1:4, dan Keluaran 33.
Dalam devosinya, ia juga mengingatkan bahwa gembala memiliki tanggung jawab besar membina jemaat agar menjadi pribadi yang tangguh dalam iman. Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42, ia menjelaskan bahwa gereja mula-mula bertumbuh karena konsisten dalam pengajaran firman, persekutuan, kehidupan doa, dan pemecahan roti.
Ia mencontohkan Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7 sebagai gambaran nyata hasil pembinaan gereja yang sehat. Meski bukan rasul maupun pemimpin utama, Stefanus dikenal menguasai firman Tuhan, berani bersaksi, serta tetap setia sampai mati.
Pesan tersebut menjadi refleksi kuat bagi para peserta yang hadir. Suasana devosi berlangsung khidmat dan penuh penghayatan, menegaskan kembali bahwa gereja yang kuat lahir dari kehidupan rohani yang kuat.
KPN PGLII 2026 yang diikuti lebih dari 300 hamba Tuhan dari seluruh Indonesia menjadi momentum penguatan pelayanan penginjilan nasional, sekaligus mengingatkan gereja untuk kembali kepada kuasa Roh Kudus sebagai sumber pertumbuhan sejati.
(Jurnalis: Romo Kefas)**

