Bukan Sekadar Jaga Batas, Prajurit Yonarhanud 2 Kostrad Hangatkan Gereja dan Hati Warga
Timor Tengah Utara, NTT — Pemandangan hangat terlihat di Gereja Kapela Haumeniana usai ibadah Minggu pagi. Prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarhanud 2 Kostrad hadir tidak dengan senjata, melainkan dengan senyum dan semangkuk bubur kacang hijau untuk anak-anak dan warga setempat.
Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa pengabdian prajurit di perbatasan tak hanya soal menjaga garis negara. Di tengah tugas pengamanan, prajurit tetap menyempatkan diri untuk membangun kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat.
Anak-anak tampak antusias saat menerima bubur kacang hijau, sementara para orang tua menyambut kehadiran prajurit dengan rasa hangat dan penuh kekeluargaan. Suasana gereja pun berubah menjadi ruang kebersamaan, di mana tawa dan canda mengalir tanpa sekat.
Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarhanud 2 Kostrad ingin menegaskan bahwa menjaga perbatasan juga berarti menjaga hubungan baik dengan rakyat. Kebersamaan, kepedulian, dan pendekatan humanis menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman dan damai di wilayah tapal batas.
Dari gereja kecil di Haumeniana, pesan sederhana itu terasa kuat: ketika prajurit dan rakyat saling dekat, perbatasan bukan lagi sekadar garis, melainkan rumah bersama yang dijaga dengan hati.

