Dari Sirene ke Salam Perpisahan: Momen Haru Pelepasan Kadis Damkar Bekasi

Dari Sirene ke Salam Perpisahan: Momen Haru Pelepasan Kadis Damkar Bekasi

Spread the love

Dari Sirene ke Salam Perpisahan: Momen Haru Pelepasan Kadis Damkar Bekasi

KOTA BEKASI — Halaman Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mendadak dipenuhi suasana emosional. Bukan karena kebakaran atau evakuasi, melainkan karena hari perpisahan sosok yang selama ini berdiri paling depan saat bahaya datang.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, secara langsung melepas purna tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Abi Hurairah, dalam apel luar biasa yang penuh makna.

Deretan pasukan berseragam biru berdiri rapi. Namun yang tak bisa disembunyikan adalah mata yang berkaca-kaca. Bagi banyak anggota, Abi Hurairah bukan sekadar pimpinan, tetapi figur teladan—pemimpin yang turun ke lapangan, berdiri di tengah asap, dan hadir saat risiko paling tinggi.

Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menyebut masa purna tugas bukan akhir dari pengabdian.

“Jabatan boleh berakhir, tapi nilai pengabdian tidak pernah pensiun. Apa yang telah beliau tanamkan akan terus hidup di Damkarmat Kota Bekasi,” ucapnya, disambut tepuk tangan panjang.

Selama masa kepemimpinan Abi Hurairah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi dikenal mengalami banyak kemajuan—mulai dari peningkatan kesiapsiagaan personel, penguatan solidaritas internal, hingga tumbuhnya kepercayaan publik terhadap layanan pemadam dan penyelamatan.

Momen paling menyentuh terjadi saat penyerahan tongkat komando dan cendera mata. Satu per satu anggota maju, menyalami, memeluk, bahkan ada yang tak mampu menahan air mata. Tak ada sirene hari itu, namun getar emosinya terasa jauh lebih keras.

Dalam pesan perpisahannya, Abi Hurairah menyampaikan kalimat yang membuat suasana hening sejenak.

“Petugas pemadam bukan hanya memadamkan api, tapi menjaga harapan. Teruslah bekerja dengan hati, karena keselamatan orang lain sering kali bergantung pada keberanian kalian,” tuturnya.

Apel purna tugas itu bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap aksi penyelamatan, ada dedikasi panjang, disiplin tanpa pamrih, dan pengabdian yang tak selalu terlihat kamera.

Hari itu, Damkarmat Kota Bekasi tidak kehilangan pemimpin. Mereka justru mewarisi nilai dan keteladanan yang akan terus menyala, bahkan setelah sirene berhenti berbunyi.

Jurnalis: Romo Kefas