KlikVerita.Net: Jambi, 18 Februari 2026 – Dalam dunia politik, menggugat partai sendiri biasanya identik dengan perpecahan atau sakit hati. Namun, cerita berbeda datang dari Andrew Julius Susilo Sihite, kader Partai NasDem Kota Jambi.
Di tengah polemik Pergantian Antarwaktu (PAW) DPRD Kota Jambi yang memanas, Andrew justru memilih jalur hukum bukan untuk melawan, melainkan untuk “menyelamatkan” partai yang sangat dicintainya dari jebakan kesalahan administrasi.
“Jodoh Ideologis” yang Lahir di Tanggal Sama Dalam konferensi pers santai di Javas Cycle, Selasa (17/2/2026), Andrew buka-bukaan soal alasannya bertahan “mati-matian” di NasDem, meski banyak tawaran menggiurkan dari partai lain.
Ternyata, ada ikatan batin unik yang tak banyak orang tahu. Andrew menyebut Partai NasDem adalah “Jodoh Ideologis”-nya.
“Banyak teman-teman sejawat mengajak saya pindah perahu, merekomendasikan partai ini dan itu. Tapi hati saya tetap teguh di NasDem. Kenapa? Karena ada ikatan emosional yang tak bisa dilogika,” ujar Andrew dengan mata berbinar.
Fakta uniknya: Tanggal deklarasi berdirinya ormas Nasional Demokrat (cikal bakal Partai NasDem) adalah 26 Juli. Tanggal itu persis sama dengan tanggal ulang tahun Andrew Sihite.
“Bagi saya, ini bukan kebetulan. Ini semesta yang mengatur. Lahirnya semangat Restorasi sama dengan hari lahir saya.
Makanya, rasa memiliki saya terhadap partai ini sangat dalam. NasDem itu sudah seperti rumah sendiri,” ungkap pria yang berprofesi sebagai jurnalis dan aktivis lingkungan ini.
Menegur Karena Sayang Lantas, kenapa menggugat?
Andrew mengibaratkan langkah hukum yang ia ambil—menggugat sengketa PAW terkait calon Hasto Pratikno yang rangkap jabatan Ketua RT—sebagai bentuk “teguran kasih sayang” seorang anak kepada rumah besarnya.
Sebagai seorang jurnalis yang terbiasa bekerja dengan fakta, dan aktivis lingkungan yang terbiasa menjaga aturan main, Andrew mengaku tak bisa diam melihat “rumahnya” hendak disusupi oleh praktik yang melanggar aturan.
Diketahui, calon PAW yang diusulkan partai ternyata masih menjabat sebagai Ketua RT dan diduga memanipulasi data administrasi.
Jika ini dibiarkan dan dilantik, justru nama besar Partai NasDem yang akan tercoreng di kemudian hari.
“Saya menggugat bukan karena benci. Justru karena saya terlalu cinta, saya tidak mau Partai NasDem ‘kecolongan’ melantik orang yang bermasalah secara hukum. Kalau nanti partai ini di-bully masyarakat karena melantik pejabat yang cacat aturan, saya yang paling sakit hati,” tegas Andrew.
Mengawal Restorasi yang Sesungguhnya Langkah Andrew didukung penuh oleh tim kuasa hukumnya. Gugatan ke Pengadilan Negeri dan laporan ke kepolisian dianggap sebagai mekanisme koreksi agar partai kembali ke rel yang benar: menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
Bagi Andrew, politik bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi dewan, tapi bagaimana menjaga kehormatan partai agar tetap dipercaya rakyat.
“Saya ingin NasDem Jambi dikenal sebagai partai yang taat hukum, bersih, dan berintegritas. Kalau ada kotoran administrasi, ya harus kita bersihkan sebelum masuk ke dalam rumah. Itu tugas saya sebagai kader,” tutupnya.
Kini, bola ada di tangan pengadilan dan petinggi partai. Namun satu hal yang pasti: gugatan Andrew Sihite adalah bukti bahwa di tengah pragmatisme politik, masih ada kader yang berani “pasang badan” demi menjaga marwah partai yang dicintainya.
KONTAK NARAHUBUNG:
Tim Kuasa Hukum Andrew Sihite
Penulis : Kang Maman 0816.3278.9500
CATATAN REDAKSI / DISCLAIMER:
Siaran pers ini merupakan pernyataan resmi dari pihak Penggugat (Andrew Sihite) dan Tim Kuasa Hukum.
Seluruh materi yang disampaikan merujuk pada upaya hukum Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang telah resmi didaftarkan di Pengadilan Negeri Jambi dan Laporan Polisi yang sedang berproses di Polresta Jambi.
Kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) terhadap para Tergugat hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
[IRF/RED]

