GGP–Badan Misi Korea Realisasikan MoU, Lima Gereja Rampung Dibangun dan Siap Didewasakan

GGP–Badan Misi Korea Realisasikan MoU, Lima Gereja Rampung Dibangun dan Siap Didewasakan

Spread the love

GGP–Badan Misi Korea Realisasikan MoU, Lima Gereja Rampung Dibangun dan Siap Didewasakan

Toraja Utara – beberapa waktu lalu, Kerja sama lintas negara antara Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) dan Badan Misi Korea menunjukkan hasil konkret. Realisasi nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi oleh telah menghadirkan pembangunan lima gereja di sejumlah wilayah pelayanan di Indonesia.

Ketua Sinode GGP, Pdt. , M.Th., memberikan apresiasi atas terwujudnya pembangunan tersebut sebagai bagian dari komitmen penguatan pelayanan dan perluasan Pos Pekabaran Injil (PI).

Salah satu gereja yang telah rampung 100 persen adalah Pos PI GGP Lembah Pujian To’Lemo, Barupu, Toraja Utara. Jemaat setempat kini memiliki tempat ibadah representatif dan siap didewasakan menjadi jemaat mandiri di bawah naungan GGP.

Mewakili Ketua Sinode, Sekretaris Umum Pdt. , M.Th., hadir langsung dalam peresmian tersebut. Turut menyaksikan Ketua Majelis Daerah Sultanbatara Pdt. , para pimpinan wilayah, serta jemaat.

Dalam agenda tersebut, laporan pembangunan fisik gereja yang telah selesai sepenuhnya diserahkan kepada Pdt. Philip Kang dan tim Badan Misi Korea sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan.

Didukung Dua Keluarga Donatur Korea

Pembangunan Pos PI Lembah Pujian To’Lemo sepenuhnya didanai oleh dua keluarga dari Korea Selatan:

  • Mr. HWANG EU GU – Mrs. JANG MYEONG HEE
  • Mr. PARK YOUNG CHOOL – Mrs. KWON MI YOUNG

Kedua keluarga tersebut hadir langsung di Toraja Utara, didampingi Pdt. Philip Kang dan istri, serta Pdt. bersama istri selaku Gembala GGP Solagratia Sidoarjo.

Sebagai bentuk apresiasi, pimpinan GGP menyerahkan dua plakat penghargaan serta menyematkan pin GGP kepada para donatur. Momentum tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus penguatan kemitraan pelayanan antara Indonesia dan Korea.

Sepanjang 2025, dukungan Badan Misi Korea telah menjangkau wilayah Sultanbatara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Bagian Selatan, dan Sumatera Utara. Kelima titik pelayanan tersebut ditargetkan bertumbuh dan berkembang menjadi jemaat yang kokoh secara rohani maupun organisasi.

Ketua Sinode GGP berharap kerja sama strategis ini terus berlanjut pada 2026 agar semakin banyak Pos PI yang mendapat dukungan pembangunan fisik dan pembinaan pelayanan.

Kerja sama GGP dan Badan Misi Korea dinilai menjadi contoh kolaborasi pelayanan global yang berdampak nyata bagi pengembangan gereja di Indonesia.

Jurnalis: Romo Kefas