Inisiatif Literasi Pangan, LAMITRA Libatkan Pelanggan dalam Pelatihan Butcher
Bogor – Praktik pengolahan daging yang tepat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, LAMITRA menginisiasi Butcher Training Class yang melibatkan pelanggan secara langsung dalam proses edukasi pengolahan daging profesional, di Sentul, Bogor, Sabtu (31/1).
Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari internal perusahaan serta pelanggan. Kegiatan disusun secara terstruktur, menggabungkan pemaparan materi dasar dan praktik lapangan bersama chef profesional dari industri perhotelan dan kuliner.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai standar penanganan daging, teknik pemotongan sesuai jenis dan fungsi, hingga aspek kebersihan dan efisiensi dalam pengolahan. Materi diarahkan agar dapat diterapkan secara luas, baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun operasional usaha makanan.
Penyelenggaraan pelatihan ini mencerminkan pendekatan berbeda dari pelaku usaha daging, yang umumnya berfokus pada distribusi produk. Melalui kegiatan edukatif, LAMITRA berupaya membangun pemahaman konsumen terhadap proses di balik produk yang mereka gunakan, sekaligus mendorong praktik pengolahan yang lebih bertanggung jawab.
Selain peningkatan keterampilan, pelatihan juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara penyedia bahan baku dan pengguna. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan membuka ruang evaluasi bersama terkait tantangan pengolahan daging di lapangan.
LAMITRA merupakan unit usaha penyedia daging sapi segar dan halal yang berada di bawah PT Harmoni Mitra Inovindo, bersama Adhimitra Farm sebagai penyedia sapi hidup. Melalui pelatihan terbuka ini, perusahaan menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas produk sekaligus memperkuat ekosistem industri pangan.
Program Butcher Training Class direncanakan akan digelar secara berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi pada peningkatan literasi pangan serta mendorong standar pengolahan daging yang lebih baik di tingkat konsumen maupun pelaku usaha kuliner. (Red)

