Jika Suatu Hari Kau Bertanya Tentang Hidup

Jika Suatu Hari Kau Bertanya Tentang Hidup

Spread the love

Jika Suatu Hari Kau Bertanya Tentang Hidup

Nak,
mungkin suatu hari nanti kau akan duduk sendirian dan bertanya, “Untuk apa semua ini? Untuk apa aku berjuang? Untuk siapa aku berdiri?”

Jika hari itu datang, aku ingin ada sesuatu dalam dirimu yang menjawab—bukan dengan suara keras, tetapi dengan keyakinan yang tenang.

Aku tidak pernah ingin menjadi ayah yang sempurna. Aku tahu aku punya banyak kekurangan. Ada keputusan yang mungkin kurang bijak. Ada kata-kata yang mungkin pernah melukai. Ada waktu-waktu ketika aku terlalu sibuk mengejar tanggung jawab, hingga hampir lupa bahwa kehadiran lebih penting daripada prestasi.

Namun satu hal yang selalu kuperjuangkan adalah ini:
agar engkau melihat contoh, bukan sekadar mendengar nasihat.

Hidup akan mengujimu dengan cara yang tidak bisa kuprediksi. Akan ada saat ketika kebenaran terasa mahal. Akan ada saat ketika kesetiaan terasa sepi. Akan ada saat ketika memilih benar membuatmu terlihat berbeda.

Pada saat-saat itulah aku berharap engkau tidak goyah.

Bukan karena kau keras.
Bukan karena kau keras kepala.
Tetapi karena kau tahu siapa dirimu dan kepada siapa hidupmu dipertanggungjawabkan.

Nak, hidup bukan tentang menjadi paling cepat, paling tinggi, atau paling terlihat. Hidup adalah tentang menjadi utuh. Tentang tidak terpecah antara apa yang kaukatakan dan apa yang kaujalani.

Jika suatu hari dunia memintamu menukar nilai dengan keuntungan, aku berharap engkau menolak dengan tenang.
Jika suatu hari engkau harus memilih antara diterima atau tetap benar, aku berharap engkau memilih benar—meski sendirian.

Aku tidak ingin engkau mengingatku karena keberhasilanku. Aku ingin engkau mengingatku karena keteguhanku. Karena meski aku tidak selalu sempurna, aku berusaha tetap setia.

Dan jika suatu hari nanti aku tidak lagi ada untuk menasihatimu, aku berharap prinsip yang pernah kutanam akan berbicara lebih keras daripada suaraku.

Bahwa hidup ini singkat.
Bahwa karakter lebih lama dari popularitas.
Bahwa Tuhan lebih besar dari semua ambisi.

Jika suatu hari kau bertanya tentang hidup,
aku ingin jawaban itu sudah tumbuh dalam hatimu.

Itulah kerinduanku.
Itulah harapanku.
Bukan agar engkau menjadi seperti aku—
tetapi agar engkau menjadi versi terbaik dari dirimu,
yang tidak kehilangan arah,
dan tidak kehilangan Tuhan.