Klarifikasi Tertunda, Wartawan Ungkap Tawaran “Dukungan Operasional” dari Oknum Satpas SIM Polres Klaten

Klarifikasi Tertunda, Wartawan Ungkap Tawaran “Dukungan Operasional” dari Oknum Satpas SIM Polres Klaten

Spread the love

Klarifikasi Tertunda, Wartawan Ungkap Tawaran “Dukungan Operasional” dari Oknum Satpas SIM Polres Klaten

Klaten, 14 Februari 2026 – Proses klarifikasi media terkait pelayanan SIM baru di Satpas SIM Polres Klaten memunculkan kontroversi. Alih-alih menjawab pertanyaan resmi, seorang oknum anggota Polri disebut menawarkan apa yang disebut “dukungan operasional” kepada wartawan.

Heri, wartawan harianesia.com, menjelaskan sejak awal meminta konfirmasi tertulis mengenai tiga hal utama: mekanisme pengawasan internal Satpas SIM, prosedur penerbitan SIM baru, serta tarif resmi SIM A dan C. Permintaan ini disampaikan Kamis (13/2/2026).

Namun, jawaban substantif tidak diberikan. Oknum yang mengaku Baur di Polres Klaten justru meminta pertemuan langsung, menyebut pihak ketiga bernama “Amril”, dan menawarkan dukungan operasional liputan. Bahkan nomor rekening pribadi wartawan diminta dengan alasan “atensi” dan dukungan kegiatan liputan.

“Sebagai jurnalis, tawaran ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan merusak independensi profesi,” ujar Heri.

Hingga saat ini, Polres Klaten belum memberikan klarifikasi resmi mengenai:

  • Mekanisme pengawasan internal Satpas SIM
  • Prosedur penerbitan SIM baru
  • Tarif resmi SIM A & C
  • Maksud tawaran “dukungan operasional” kepada wartawan

Media menekankan klarifikasi ini dilakukan untuk memenuhi prinsip cover both sides sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Tanpa penjelasan resmi, publik berhak mempertanyakan profesionalisme dan akuntabilitas pelayanan SIM di Klaten.

Transparansi dalam pelayanan publik, khususnya di institusi penegak hukum, menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat. Ketika klarifikasi digeser ke komunikasi non-substantif, kecurigaan dan spekulasi publik tidak dapat dihindari.