YOGYAKARTA-klikberita.net | Kamis, 1/1/2026 Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang merayakan malam pergantian tahun 2026 secara bijak dan tertib, menjadikan wilayah DIY umumnya aman dan terkendali. Ucapan terima kasih disampaikan langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., saat melakukan pemantauan di Pos Terpadu Teteg Malioboro bersama unsur Forkopimda DIY, Walikota Yogyakarta, dan instansi terkait.
Kepatuhan Masyarakat Jadi Kunci Sukses
“Kepatuhan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik dan mengikuti imbauan petugas menjadi kunci utama suksesnya perayaan tahun baru ini. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi dan kerjasamanya,” ucap Kapolda.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi seluruh unsur Forkopimda DIY, TNI, instansi terkait, jaga warga, dan elemen masyarakat lainnya. “Keberhasilan operasi ini terlihat dari berkurangnya kemacetan, tidak adanya kecelakaan menonjol meskipun volume kendaraan meningkat, serta tidak ada kasus kriminalitas yang meresahkan—semua terwujud berkat koordinasi yang sangat baik,” tegasnya.
3.813 Personel Amankan 88 Lokasi
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menjelaskan bahwa kehadiran Kapolda langsung di lapangan merupakan bentuk kontrol kualitas untuk memastikan pengamanan dan pelayanan berjalan lancar. “Kehadiran beliau sangat memotivasi personel untuk bekerja lebih semangat dan melayani,” tuturnya.
Sebanyak 3.813 personel dilibatkan untuk mengamankan 88 lokasi perayaan, dengan estimasi massa mencapai 436.633 orang—termasuk 116 gereja yang melaksanakan misa tahun baru. Polda DIY juga mengoptimalkan teknologi seperti live streaming, CCTV, dan drone untuk memantau situasi di lokasi keramaian. “Fokus utama kami adalah menghadirkan personel maksimal di lapangan dengan dukungan teknologi, terutama di titik-titik ikon perayaan,” ujar Kombes Ihsan.
Kemeriahan Tanpa Euforia Berlebihan
Semua kegiatan perayaan dan misa malam tahun baru berjalan aman dan tertib. Meskipun tidak dilakukan dengan euforia berlebihan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana, Yogyakarta membuktikan bahwa kemeriahan dapat dirasakan melalui kebersamaan yang santun dan harmonis.
Jurnalis HS
Editor Romo Kefas

