Mengucap “Ya” Tanpa Syarat: Pdt. Elisa Wongso Resmi Ditahbiskan di Gereja Methodist Injil
CIBADAK, 18 Januari 2026 — Suasana ibadah Minggu pagi di Gereja Methodist Injil (GMI) Cibadak terasa berbeda. Lebih hening, lebih dalam, dan sarat makna. Tepat pukul 07.30 WIB, jemaat menyaksikan sebuah momen sakral: Pdt. Elisa Wongso, M.Sos., M.Th resmi ditahbiskan sebagai pendeta, menandai komitmen pelayanan seumur hidup di bawah naungan Sinode Gereja Methodist Injil.

Prosesi pentahbisan berlangsung khidmat dan penuh wibawa. Pimpinan Sinode GMI hadir langsung memimpin ibadah, yakni Ketua Umum Pdt. Ricardo RJP, Wakil Ketua Umum Pdt. A.S. Yahya, serta Sekretaris Umum Pdt. Dr. Fadilla Mulya, M.Th, bersama para pendeta Gereja Methodist Injil. Seluruh jemaat GMI Cibadak mengikuti rangkaian ibadah dengan sikap hormat dan doa yang sungguh.

Tahbisan ini bukan sekadar seremoni gerejawi. Firman Tuhan yang menjadi dasar—2 Korintus 13:5–8, Galatia 1:10, dan Matius 16:24–26—menegaskan bahwa pelayanan pendeta adalah jalan penyangkalan diri, ketaatan mutlak, dan kesediaan memikul salib Kristus.

Dalam pesan rohani yang disampaikan, ditegaskan tiga nilai utama dalam pelayanan Methodist Injil. Pertama, komitmen pelayanan dengan ketaatan seumur hidup, tanpa tawar-menawar. Kedua, hidup dalam kekudusan sebagai teladan, termasuk kesiapan menghadapi penolakan dan penderitaan demi kebenaran. Ketiga, menjadikan Kristus sebagai pusat hidup dan pelayanan, bukan jabatan, nama besar, atau popularitas.

Momen paling menyentuh terjadi saat doa pentahbisan dinaikkan. Suasana gereja menjadi sunyi. Jemaat menundukkan kepala, menyadari bahwa yang diteguhkan bukan hanya seorang pendeta baru, tetapi juga tanggung jawab besar gereja untuk menopang pelayanan yang akan dijalani.
Penthbisan Pdt. Elisa Wongso menjadi penegasan bahwa Gereja Methodist Injil tetap memegang teguh nilai kesetiaan, disiplin rohani, dan integritas pelayanan di tengah tantangan zaman. Sebuah pesan kuat di era serba instan: pelayanan bukan soal panggung, melainkan soal kesetiaan.

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh hikmat. Ibadah ditutup dengan doa syukur, mengiringi langkah pelayanan baru dengan keyakinan bahwa Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang setia menyertai.
Tuhan Yesus memberkati.
Sumber: Gereja Methodist Injil (GMI)
Jurnalis: Romo Kefas

