Ngobrol di Udara, Prajurit Yonarmed 12 Kostrad Ajak Warga Perbatasan Lawan Penyelundupan
Belu, NTT — Menjaga perbatasan negara tak selalu harus dilakukan di lapangan atau lewat patroli bersenjata. Kadang, cukup lewat obrolan santai di udara. Inilah yang dilakukan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad saat menggelar podcast di RRI Atambua.
Mengangkat tema pencegahan penyelundupan dan perlintasan ilegal, podcast ini menjadi ruang dialog antara prajurit TNI dan masyarakat perbatasan. Dengan bahasa yang mudah dipahami, Satgas menyampaikan risiko, dampak, serta pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.
Dalam perbincangan tersebut, disampaikan bahwa penyelundupan dan perlintasan ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga dapat berdampak langsung pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah praktik-praktik tersebut.
Danpos Laktutus menegaskan bahwa aparat keamanan tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari mematuhi aturan perlintasan hingga berani melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah perbatasan.
Melalui siaran radio publik, pesan keamanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendengar, khususnya warga yang tinggal di daerah perbatasan RI–RDTL. Podcast ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan komunikasi dan edukasi menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Dari ruang siaran RRI Atambua, Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad menunjukkan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya soal senjata dan pos jaga, tetapi juga soal membangun kesadaran dan kebersamaan dengan masyarakat.

