Pdt. Dicky Suwarta Dorong Penginjilan Terstruktur dan Berkelanjutan Melalui KPN PGLII 2026
Bandung – Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 dinilai menjadi momentum penting dalam membangun sistem pelayanan penginjilan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th, Ketua Umum Gereja Gerakan Pentakosta sekaligus Bendahara Panitia Pelaksana KPN 2026, saat memberikan keterangan kepada awak media di sela kegiatan konferensi di Bandung, Rabu (11/2/2026).
Menurut Pdt. Dicky, perkembangan zaman menuntut gereja untuk tidak hanya mempertahankan semangat pelayanan, tetapi juga memperkuat perencanaan serta strategi penginjilan agar mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Ia menilai konferensi ini menjadi wadah pembelajaran bersama bagi gereja-gereja yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII).
“KPN 2026 menjadi ruang evaluasi dan penguatan strategi pelayanan penginjilan. Gereja perlu memiliki arah pelayanan yang jelas, terstruktur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penginjilan tetap menjadi mandat utama gereja yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pelayanan. Namun, menurutnya, pendekatan pelayanan perlu terus diperbarui agar mampu menjangkau generasi serta kelompok masyarakat yang semakin beragam.
“Dunia terus berkembang dan gereja harus memiliki kesiapan menghadapi perubahan tersebut. Pelayanan penginjilan harus dilakukan dengan pendekatan yang relevan, tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar iman,” jelasnya.
Pdt. Dicky juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama antar gereja dan lembaga pelayanan dalam memperluas jangkauan penginjilan. Ia menilai sinergi pelayanan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pelayanan masa kini, terutama dalam menjangkau wilayah pelayanan yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti KPN 2026. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan tingginya komitmen para pelayan Tuhan dalam memperkuat pelayanan penginjilan nasional.
“Kehadiran para pelayan Tuhan dari berbagai daerah menjadi kekuatan besar bagi gereja. Ini menunjukkan bahwa semangat pelayanan penginjilan tetap terjaga dan terus berkembang,” katanya.
Sebagai bagian dari panitia pelaksana, Pdt. Dicky menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan KPN 2026 dirancang untuk memberikan pembekalan yang tidak hanya menekankan aspek teologis, tetapi juga memberikan pemahaman praktis dalam menghadapi tantangan pelayanan di tengah masyarakat modern.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membangun kehidupan jemaat secara utuh melalui penguatan spiritual, pembinaan karakter, serta pemberdayaan sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pelayanan gereja harus mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Penginjilan bukan hanya tentang pertumbuhan jumlah jemaat, tetapi bagaimana gereja dapat berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai iman dan kasih,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan KPN 2026, Pdt. Dicky berharap gereja-gereja di Indonesia semakin memperkuat komitmen pelayanan penginjilan yang terarah, adaptif, dan berkesinambungan. Ia menilai konferensi ini menjadi sarana penting dalam memperkuat visi pelayanan gereja agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat pelayanan penginjilan nasional sekaligus menjadi ruang pembinaan dan penguatan pelayanan bagi para pelayan Tuhan di berbagai daerah.
(Jurnalis: Romo Kefas)

