BANDUNG, 03 Januari 2026 – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di seluruh wilayah Jawa Barat tahun ini berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini membuat Sekretaris Wilayah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Jawa Barat, Pdt Ricardo RJ Palijama – yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Sinode Gereja Injili Methodist (EMC) – mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan momen tersebut.
“Puji Tuhan, perayaan Nataru se-Jawa Barat tahun ini berjalan kondusif dan tanpa masalah yang signifikan. Ini adalah hasil kerja keras dari kepolisian dan seluruh elemen masyarakat yang bekerja sama untuk menjaga kedamaian,” kata Pdt Ricardo saat ditemui dalam wawancara langsung di kantor Wilayah PGLII Jawa Barat, hari ini (3/1/2026).
Sebagai Ketua Badan Musyawarah Sinode EMC, ia menambahkan bahwa sinode juga turut berperan aktif dalam mengkoordinasikan jemaat se-Jawa Barat agar merayakan Nataru dengan penuh khusyuk sekaligus menjaga ketertiban. “Kami dari EMC telah mengimbau seluruh jemaat untuk tidak hanya fokus pada ibadah, tapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian bersama masyarakat luas. Ini sejalan dengan ajaran dalam Alkitab Kolosenya 3:14 yang menyatakan, ‘Dan di atas segala sesuatu itu, berikanlah kasih, karena kasih itu adalah ikatan yang menyatukan semuanya dengan baik,'” jelasnya.
Pengamanan dilakukan secara terpadu meliputi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ribuan personel kepolisian dan Satpol PP ditempatkan di berbagai lokasi strategis – mulai dari lebih dari 2.500 gereja di seluruh provinsi pada malam Natal, hingga pusat keramaian dan kawasan wisata seperti Kawasan Puncak Bogor, Pantai Pangandaran, dan Kota Cirebon pada malam pergantian tahun. Di Kota Bandung saja, sebanyak 573 personel menjaga kelancaran ibadah di 14 gereja utama, dengan tambahan 709 personel mengamankan area publik ramai.
“Pengamanan yang dilakukan sangat profesional dan menyeluruh. Tidak hanya menjaga keamanan fisik, tapi juga membangun suasana yang damai sehingga masyarakat bisa merayakan dengan nyaman. Kerja sama antara gereja, kepolisian, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan baik,” ucapnya.
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang menyebabkan kepadatan di beberapa jalur utama seperti Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, dan jalan raya lintas kota, kondisi tersebut tetap terkendali berkat koordinasi erat antara petugas lalu lintas, dinas perhubungan, dan dukungan dari masyarakat yang patuh terhadap peraturan.
“Kami sangat menghargai upaya semua pihak. Sebagai bagian dari PGLII Jawa Barat dan juga dari EMC, kami berharap kerja sama yang solid ini terus terjaga dan diperkuat, sehingga setiap perayaan di Jawa Barat dapat selalu berjalan aman, lancar, dan menjadi bukti keharmonisan yang semakin kuat di antara seluruh masyarakat,” tutup Pdt Ricardo RJ Palijama pada akhir wawancara.
Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas

