Pdt. Rubin Adi Abraham Soroti Keteguhan Iman dan Kesatuan Pelayanan dalam KPN PGLII 2026
Bandung – Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 menjadi momentum refleksi bagi para pelayan Tuhan dalam memperkuat arah pelayanan gereja di tengah perubahan zaman. Dalam sesi pleno misi, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham menegaskan bahwa penginjilan harus tetap dilandasi keteguhan iman serta kesatuan pelayanan antar gereja agar mampu menghadirkan dampak rohani yang berkelanjutan.
Berbicara di hadapan lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia, Pdt. Rubin menekankan bahwa pelayanan penginjilan bukan hanya kegiatan rutin gereja, melainkan panggilan iman yang harus dijalankan dengan komitmen dan kesungguhan hati. Ia menilai gereja memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan terang Injil di tengah masyarakat yang terus mengalami perubahan sosial dan budaya.
Menurut Pdt. Rubin, kesatuan pelayanan menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan penginjilan. Ia menjelaskan bahwa gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan mandat pelayanan, melainkan membutuhkan kerja sama dan kebersamaan visi agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Penginjilan membutuhkan kesatuan hati. Ketika gereja-gereja berjalan bersama, pelayanan akan menjadi lebih kuat dan mampu memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya kesatuan, Pdt. Rubin juga menekankan bahwa pelayanan gereja harus tetap berakar pada firman Tuhan. Ia menyampaikan bahwa firman menjadi dasar yang menuntun gereja dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan di tengah perkembangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat membawa tantangan baru bagi pelayanan gereja. Namun demikian, ia menegaskan bahwa gereja perlu merespons perubahan tersebut dengan penguatan nilai rohani, bukan dengan meninggalkan dasar iman.
“Pelayanan dapat berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi fondasi rohani harus tetap kuat. Firman Tuhan harus menjadi arah dan kekuatan utama pelayanan gereja,” tegasnya.
Pdt. Rubin juga mengingatkan bahwa penginjilan bukan hanya tentang penyampaian ajaran iman, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus melalui kehidupan dan tindakan nyata gereja dalam masyarakat. Ia menilai pelayanan yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat dapat memperkuat kesaksian gereja di tengah lingkungan yang beragam.
Ia turut mengapresiasi pelaksanaan KPN PGLII 2026 yang dinilai sebagai forum pembinaan sekaligus penguatan sinergi pelayanan penginjilan nasional. Menurutnya, konferensi tersebut memberikan ruang bagi para pelayan Tuhan untuk memperbarui semangat pelayanan serta memperkuat komitmen dalam menjalankan panggilan gereja.
Melalui pembekalan yang diberikan dalam konferensi ini, Pdt. Rubin berharap para pelayan Tuhan dapat semakin memperkuat pelayanan penginjilan yang berkesinambungan dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Gereja dipanggil untuk terus menghadirkan harapan melalui pelayanan yang berlandaskan iman dan kasih. Penginjilan harus tetap menjadi bagian utama dalam kehidupan gereja,” pungkasnya.
KPN PGLII 2026 diharapkan menjadi sarana penguatan pelayanan penginjilan nasional sekaligus memperkokoh peran gereja dalam membangun kehidupan rohani masyarakat di tengah perubahan zaman.
(Jurnalis: Romo Kefas)

