Pdt. Rubin Adi Abraham Tegaskan KPN 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Penginjilan dan Penguatan Iman Gereja
Bandung – Konferensi Penginjil Nasional (KPN) 2026 menjadi momentum penting bagi gereja-gereja yang berhimpun di bawah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dalam memperkuat komitmen pelayanan penginjilan secara lebih luas dan berdampak. Penegasan tersebut disampaikan dalam sesi pleno misi yang dibawakan Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, yang menyoroti pentingnya menjaga penginjilan sebagai jantung pelayanan gereja di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Di hadapan lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai wilayah Indonesia, Pdt. Rubin menegaskan bahwa KPN 2026 bukan sekadar forum pertemuan rohani, tetapi menjadi wadah pembaruan visi pelayanan serta penguatan panggilan gereja dalam menjalankan Amanat Agung. Menurutnya, semangat kebersamaan, kesatuan hati, dan keteguhan iman menjadi fondasi utama dalam menggerakkan pelayanan gereja.
Pdt. Rubin menekankan bahwa gereja dipanggil untuk terus menjaga relasi yang kuat dengan sesama pelayan Tuhan, karena dalam kesatuan hati terdapat kekuatan rohani yang Tuhan nyatakan bagi pelayanan-Nya. Ia mengutip firman Tuhan dalam Matius 18:19 yang mengingatkan bahwa ketika umat Tuhan bersatu hati dan sepakat dalam doa serta visi pelayanan, maka Tuhan sendiri yang akan menyatakan kuasa dan penyertaan-Nya.
“Kesatuan hati bukan sekadar simbol kebersamaan, tetapi menjadi kekuatan rohani yang menjaga api visi pelayanan agar tetap menyala dan menghasilkan buah bagi banyak jiwa,” tegas Pdt. Rubin.
Selain menyoroti pentingnya kesatuan hati, Pdt. Rubin juga menekankan bahwa gereja harus terus hidup dalam iman dalam setiap langkah pelayanan. Ia mengingatkan bahwa Roma 10:17 menegaskan iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Menurutnya, setiap gerakan penginjilan harus berakar pada firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan arah pelayanan gereja.
Dalam pemaparannya, Pdt. Rubin menjelaskan bahwa api penginjilan tidak akan terus menyala tanpa dasar rohani yang kuat. Firman Tuhan menjadi landasan utama yang menumbuhkan iman serta memperkuat keteguhan gereja dalam menjalankan panggilan pelayanan. Ia menilai bahwa ketika gereja tetap berakar dalam firman dan berjalan dalam kesatuan hati, pelayanan yang dilakukan akan menghadirkan dampak rohani yang besar bagi masyarakat.
Pdt. Rubin juga mengingatkan bahwa gereja tidak boleh tertinggal di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, gereja dipanggil untuk tetap responsif dalam menjawab kebutuhan rohani masyarakat dengan menghadirkan kasih Kristus serta memberitakan Injil keselamatan kepada setiap orang dengan penuh sukacita dan tanggung jawab iman.
“Penginjilan bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi menghadirkan kasih Tuhan melalui kehidupan dan pelayanan gereja di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui KPN 2026, Pdt. Rubin berharap gereja-gereja di Indonesia semakin memperkuat persatuan, iman, dan komitmen pelayanan penginjilan. Ia menilai konferensi ini menjadi momentum kebangkitan semangat pelayanan misi yang mampu menjangkau lebih banyak jiwa serta menghadirkan terang Injil bagi bangsa dan dunia.
Sesi pleno misi yang disampaikan Pdt. Rubin menjadi pengingat kuat bahwa pelayanan penginjilan tetap menjadi panggilan utama gereja. Dengan kesatuan hati, penguatan firman, serta komitmen pelayanan yang teguh, gereja diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, berdampak, dan membawa transformasi rohani bagi masyarakat.
(Jurnalis: Romo Kefas)

