Pesan Ketekunan dan Ketahanan Iman Mengemuka dalam Khotbah Pembukaan KPN PGLII 2026
Bandung – Khotbah pembukaan Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 menekankan pentingnya ketekunan iman dan konsistensi pelayanan penginjilan di tengah dinamika perubahan zaman. Pesan tersebut disampaikan Pdt. Dr. Tommy Lengkong, M.Th dalam ibadah pembukaan konferensi yang dihadiri ratusan pelayan Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (11/2/2026) malam di Bandung.
Mengangkat tema “The Power of Gospel That Never Goes Out” yang merujuk pada Matius 24:13-14, Pdt. Tommy menyoroti bahwa Injil memiliki kekuatan yang bersifat abadi dan tidak terpengaruh oleh perubahan zaman. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan pentingnya ketahanan iman bagi para pelayan Tuhan dalam menjalankan panggilan penginjilan.
Dalam penyampaiannya, Pdt. Tommy mengingatkan bahwa pelayanan penginjilan seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dalam bentuk perubahan sosial, perkembangan teknologi, maupun dinamika kehidupan masyarakat modern. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh melemahkan semangat gereja dalam menjalankan mandat penginjilan.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan penginjilan tidak hanya ditentukan oleh metode atau strategi pelayanan, tetapi juga oleh keteguhan iman para pelayan Tuhan. Ia menekankan bahwa pelayanan yang berakar pada firman Tuhan akan memiliki kekuatan untuk bertahan menghadapi berbagai situasi pelayanan.
Pdt. Tommy juga menyampaikan bahwa Injil memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat. Ia menilai bahwa pesan Injil tidak hanya membawa penguatan rohani, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai kasih, pengharapan, serta perubahan kehidupan sosial yang positif.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesatuan pelayanan antar gereja dalam memperluas jangkauan penginjilan. Menurutnya, kerja sama pelayanan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat efektivitas pelayanan misi di Indonesia.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tommy mengajak para pelayan Tuhan untuk menjaga komitmen pelayanan dengan kesungguhan dan ketekunan. Ia menilai bahwa pelayanan penginjilan membutuhkan kesiapan mental dan spiritual untuk terus bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.
Ia juga mengingatkan bahwa gereja memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan Injil tidak hanya melalui pengajaran, tetapi juga melalui teladan kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai kasih Kristus dalam kehidupan masyarakat.
Khotbah pembukaan tersebut menjadi penguatan rohani bagi para peserta KPN PGLII 2026 sekaligus menjadi refleksi mengenai pentingnya menjaga semangat penginjilan yang berkelanjutan.
Konferensi Penginjil Nasional PGLII 2026 diharapkan menjadi sarana pembinaan pelayanan penginjilan nasional serta memperkuat komitmen gereja dalam menghadirkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
(Jurnalis: Romo Kefas)

