JAKARTA, KLIKBERITA.NET – Proyek pengadaan rak gerai untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan nilai anggaran ratusan miliar rupiah kini menjadi perhatian publik. Sejumlah temuan investigatif memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan pengelolaan proyek yang bertujuan mendukung penguatan ekonomi desa tersebut.
Penelusuran tim investigasi mengungkap sejumlah kejanggalan yang berkaitan dengan perusahaan yang disebut terlibat dalam proyek tersebut, yakni PT Indoraya Multi Internasional (IMI) dan PT NSP, yang dikaitkan dengan figur Shoraya Lolyta Oktaviana.
Kantor Perusahaan Sulit Ditemukan
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah alamat resmi PT Indoraya Multi Internasional yang tercatat berada di kawasan Tebet Plaza Kaha, Jakarta Selatan.
Namun ketika dilakukan pengecekan di lokasi, perusahaan tersebut diketahui tidak lagi beroperasi di alamat yang tercantum. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi perusahaan sebelum mendapatkan proyek dengan nilai besar tersebut.
Tim wartawan juga telah mencoba menghubungi Shoraya Lolyta Oktaviana selaku Direktur Utama perusahaan untuk memperoleh klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang bersangkutan.
Rak Proyek Disimpan di Gudang Pusziad
Temuan lain yang menimbulkan perhatian adalah lokasi penyimpanan barang proyek. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ribuan unit rak yang menjadi bagian dari program KDMP disimpan di Gudang Pusat Zeni TNI AD (Pusziad) di Cileungsi, Bogor.
Penggunaan fasilitas militer untuk penyimpanan barang proyek swasta memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme kerja sama yang dilakukan.
Seorang petugas keamanan di lokasi membenarkan adanya barang titipan tersebut.
“Kami hanya menerima titipan barang untuk Koperasi Merah Putih. Itu pun sekitar dua atau tiga bulan saja,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Dugaan Rak Impor
Selain persoalan administrasi dan penyimpanan barang, muncul pula dugaan terkait asal produk yang digunakan dalam proyek tersebut. Sumber di lapangan menyebutkan bahwa rak yang disediakan diduga merupakan produk impor dari China dengan harga relatif murah.
Jika dugaan tersebut benar, maka terdapat potensi persoalan terkait aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta standar mutu yang diwajibkan dalam pengadaan barang untuk program pemerintah.
Publik Menanti Klarifikasi
Sejumlah pihak menilai bahwa proyek dengan nilai anggaran besar yang berkaitan dengan program ekonomi masyarakat harus dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Munculnya berbagai temuan tersebut membuat publik menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Indoraya Multi Internasional belum memberikan keterangan resmi terkait temuan-temuan yang mencuat.
(Sumber: GWI / Tim Investigasi)

