Satgas Pamtas RI–Malaysia Naik Level, Drone Jadi Senjata Baru Awasi Perbatasan Entikong
Entikong, Kalimantan Barat — Pengamanan perbatasan kini tak lagi hanya mengandalkan patroli darat. Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1 Kostrad mulai memperkuat pengawasan dengan teknologi drone, setelah menerima pembekalan khusus dari Bea Cukai Entikong.
Kegiatan pembekalan yang digelar di Pos Komando Taktis Entikong ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan personel Satgas dalam mendeteksi penyelundupan dan aktivitas ilegal lintas batas. Melalui pemanfaatan drone, pengawasan wilayah perbatasan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan menjangkau area yang sulit diawasi secara manual.
Tim Bea Cukai Entikong menyampaikan materi seputar peta kerawanan perbatasan, jalur rawan penyelundupan, fungsi kepabeanan, kawasan pabean, hingga mekanisme ekspor-impor. Selain itu, dibahas pula pola kerja sama operasional antara TNI dan Bea Cukai sebagai garda terdepan pengamanan negara.
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1 Kostrad, Letkol Arh Andy Qomarudin, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi dan pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam menjaga kedaulatan negara.
“Ancaman di perbatasan terus berkembang. Dengan pembekalan ini, personel Satgas memiliki wawasan dan kemampuan lebih untuk bertindak cepat dan tepat di lapangan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, pengamanan perbatasan RI–Malaysia di wilayah Entikong diharapkan semakin solid, adaptif, dan profesional, sekaligus menjadi benteng kuat dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jurnalis: Romo Kefas

