Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus Kembali Guncang Ruang Demokrasi
Jakarta — Tindakan kekerasan kembali menimpa seorang pegiat hak asasi manusia di Indonesia. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman cairan keras oleh orang tak dikenal setelah menghadiri kegiatan rekaman podcast pada Kamis malam.
Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), serangan diduga dilakukan oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.
Kedua pelaku disebut mendekati korban di jalan sebelum menyiramkan cairan keras yang menyebabkan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh Andrie Yunus, termasuk pada area wajah dan mata. Korban saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis yang aktif memperjuangkan isu keadilan dan hak asasi manusia tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa.
Menurutnya, peristiwa seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat sipil yang selama ini berperan dalam mengawal demokrasi dan penegakan hukum.
“Serangan terhadap individu yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan dapat berdampak luas terhadap rasa aman masyarakat sipil,” ujarnya.
Andrie Yunus dikenal sebagai salah satu aktivis yang aktif terlibat dalam berbagai advokasi terkait isu HAM dan penegakan hukum. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan advokasi masyarakat sipil membuat insiden yang menimpanya menjadi perhatian banyak pihak.
Sejumlah informasi awal menyebutkan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian yang diduga dapat membantu proses penyelidikan. Aparat penegak hukum diharapkan dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Gomar Gultom juga menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara terbuka dan menyeluruh. Ia berharap aparat tidak hanya mengungkap pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik peristiwa tersebut.
Menurutnya, penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memastikan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis dan pembela HAM tidak dibiarkan terjadi tanpa konsekuensi hukum.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan bagi masyarakat sipil yang menjalankan peran dalam menyampaikan kritik, mengawasi kebijakan publik, serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan.
Publik kini menunggu langkah cepat aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas, sehingga rasa keadilan dan keamanan di tengah masyarakat dapat terjaga.
APM
Editor: Romo Kefas

