SWI Depok Masuk Dapur Kebijakan Sosial: Beasiswa Gratis dan RKAI Jadi Agenda Bersama Dinsos
DEPOK — Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok tidak sekadar datang bersilaturahmi. Dalam audiensi bersama Dinas Sosial Kota Depok, Rabu (21/1/2026), SWI tampil sebagai mitra strategis yang ikut “masuk dapur” kebijakan sosial pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Wardaya, menerima langsung jajaran pengurus SWI Depok di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi penanda kuat bahwa kolaborasi jurnalis dan pemerintah daerah kini bergerak ke level yang lebih substantif: pengawalan program sosial yang menyentuh langsung warga kurang mampu.
Utang menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi SWI Depok yang selama ini aktif dalam advokasi sosial dan penyebaran informasi publik. Menurutnya, peran media—khususnya SWI—menjadi jembatan penting agar program pemerintah tidak berhenti di dokumen, tetapi sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami melihat SWI bukan hanya sebagai mitra publikasi, tetapi mitra sosial yang ikut mengawal proses dan transparansi program,” ujar Utang.
Dua Program Besar, SWI Dilibatkan
Dalam audiensi tersebut, Utang memaparkan dua program prioritas Dinsos Kota Depok yang akan menjadi fokus pada 2026 dan diharapkan mendapat dukungan pengawalan informasi dari SWI.
Pertama, Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI). Program ini ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tahun ini, Dinsos mulai menyiapkan pembangunan fisik gedung sekaligus pematangan SDM dan kurikulum layanan agar RKAI tidak sekadar simbol, tetapi benar-benar fungsional.
Kedua, program Beasiswa Kuliah Gratis bagi warga kurang mampu. Pemkot Depok menargetkan 200 mahasiswa penerima manfaat, dengan skema bantuan yang terbagi dalam dua kategori:
- Program Reguler: 170 mahasiswa, bantuan Rp23 juta per orang
- Program Khusus/Lanjutan: 30 mahasiswa, bantuan Rp38 juta per orang
Utang menegaskan, saat ini program tersebut masih dalam tahap evaluasi dan penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal), agar proses seleksi berjalan ketat dan tepat sasaran.
SWI: Bukan Sekadar Peliput, Tapi Pengawal
SWI Depok menegaskan komitmennya untuk mengawal program-program sosial tersebut, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga edukasi publik agar warga memahami hak dan mekanisme akses bantuan sosial.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah maju, di mana media tidak lagi berdiri di luar pagar kebijakan, tetapi ikut memastikan program sosial berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat bawah.
Dengan sinergi ini, Dinsos dan SWI berharap tidak ada lagi program sosial yang “hilang di tengah jalan” akibat minimnya informasi dan pengawasan publik.
Jurnalis: Romo Kefas

