Tantang Ancaman Sajam, Wali Kota Bekasi Pilih Tetap Turun Lapangan: “Aturan Harus Berdiri, Kota Tidak Boleh Kalah”

Tantang Ancaman Sajam, Wali Kota Bekasi Pilih Tetap Turun Lapangan: “Aturan Harus Berdiri, Kota Tidak Boleh Kalah”

Spread the love

Tantang Ancaman Sajam, Wali Kota Bekasi Pilih Tetap Turun Lapangan: “Aturan Harus Berdiri, Kota Tidak Boleh Kalah”

KOTA BEKASI — Ancaman senjata tajam mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan reklame ilegal di wilayah Bekasi Utara. Namun insiden tersebut tidak membuat Pemerintah Kota Bekasi mundur. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto justru menegaskan komitmennya untuk tetap menata kota dan menegakkan aturan.

Tri menilai, tantangan dalam penertiban adalah konsekuensi dari pelanggaran yang selama ini dibiarkan berlangsung lama. Ia menegaskan, pembiaran terhadap pelanggaran justru bisa memicu ketidaktertiban yang lebih besar.

“Yang berbahaya bukan ancaman senjata tajamnya, tetapi ketika pelanggaran dianggap biasa karena tidak pernah ditindak. Kalau itu terjadi, maka aturan akan kehilangan wibawanya,” ujar Tri di Bekasi, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, pemerintah telah memberikan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada para pelaku usaha. Petugas juga diminta mengedepankan dialog agar proses penataan berjalan humanis.

Meski demikian, Tri mengakui penertiban yang dilakukan secara konsisten sering memicu penolakan, terutama di kawasan yang pelanggarannya telah berlangsung bertahun-tahun.

Menurut Tri, penataan kawasan PKL dan reklame ilegal merupakan bagian dari upaya membangun kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Ia menegaskan penertiban tersebut juga merupakan bagian dari program penataan tata ruang perkotaan yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Pemerintah hadir bukan untuk menyulitkan masyarakat, tetapi untuk memastikan kota ini tertata dan aman untuk semua,” katanya.

Tri memastikan Pemerintah Kota Bekasi akan terus melakukan penertiban secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan dialogis. Namun ia menegaskan aturan tetap harus ditegakkan demi kepentingan bersama.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketertiban kota. Menurutnya, keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat.

“Kalau kota tertata, manfaatnya kembali kepada masyarakat. Ketertiban adalah investasi untuk masa depan kota,” ucapnya.

Insiden ancaman saat penertiban tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan aturan sekaligus menjaga ketertiban lingkungan perkotaan.

Jurnalis: Romo Kefas