Vicky Prasetyo Pasang Garis Tegas: Solidarity Squad Bukan Partai, Bukan Alat Politik

Vicky Prasetyo Pasang Garis Tegas: Solidarity Squad Bukan Partai, Bukan Alat Politik

Spread the love

Vicky Prasetyo Pasang Garis Tegas: Solidarity Squad Bukan Partai, Bukan Alat Politik

Bekasi, 18 Januari 2026 — Ketua Umum Solidarity Squad, Vicky Prasetyo, menutup ruang spekulasi soal arah organisasinya. Di hadapan pengurus dan kader, ia menegaskan satu hal penting: Solidarity Squad bukan partai politik dan tidak akan menjadi kendaraan politik siapa pun.

Pernyataan itu disampaikan Vicky dalam pengukuhan pengurus daerah Solidarity Squad yang berlangsung di Bekasi, Kamis (15/1/2026). Dengan gaya lugas, Vicky menyebut Solidarity Squad lahir untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat, bukan mengejar panggung kekuasaan.

“Kami bukan partai, bukan sayap politik, dan tidak berafiliasi ke mana pun. Solidarity Squad hadir untuk kerja nyata di masyarakat,” ujar Vicky.

Menurutnya, terlalu banyak organisasi yang sibuk bicara politik, tetapi minim dampak di lapangan. Karena itu, Solidarity Squad memilih jalur berbeda: aksi sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan pemuda.

Dalam waktu dekat, kata Vicky, Solidarity Squad akan melakukan audiensi dengan instansi pemerintah dan menyusun program kerja konkret agar keberadaan organisasi tidak sekadar formalitas.

“Kita mau kerja yang bisa dirasakan langsung, bukan sekadar foto dan seremoni,” tegasnya.

Vicky juga mengungkapkan bahwa Solidarity Squad kini telah terbentuk di 34 provinsi, dengan agenda penguatan struktur agar gerakan sosial berjalan rapi dan berkelanjutan.

Soal agenda besar organisasi, Vicky memastikan Musyawarah Wilayah (Muswil) akan digelar sebelum Ramadhan, dengan Bekasi sebagai lokasi utama.

“Bekasi itu strategis, mudah dijangkau, dan efisien. Kita ingin Muswil berjalan efektif, bukan sekadar ramai,” katanya.

Solidarity Squad, lanjut Vicky, dibangun sebagai organisasi inklusif, tanpa sekat suku, agama, maupun pandangan politik.

“Siapa pun boleh bergabung. Yang penting mau kerja sosial. Kami sudah buktikan dengan menyalurkan 34 ton beras untuk masyarakat Aceh,” ujarnya.

Di sela sambutannya, Vicky juga menyampaikan pesan keras soal etika berpolitik yang dinilainya sering diabaikan.

“Kalau dari awal sudah pakai uang pribadi untuk politik, risikonya jelas. Saat berkuasa, godaan korupsi itu besar,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.

Usai acara, Vicky kembali menegaskan bahwa Solidarity Squad tidak sedang menyiapkan agenda politik tersembunyi.

“Kami fokus kemanusiaan dan sosial. Politik bukan tujuan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Solidarity Squad, Abdul Razaq, mendorong percepatan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.

“DPD Kota Bekasi kami harapkan segera membentuk DPC-DPC agar gerakan sosial bisa langsung menyentuh masyarakat,” katanya.

Dari tingkat wilayah, Ketua DPW Solidarity Squad Jawa Barat, Ir. Zarjani, memberikan target jelas kepada jajaran daerah.

“Bekasi target 500 anggota, Depok 500, Purwakarta 160, dan Kuningan 40. Estimasi peserta Muswil sekitar 1.000 orang,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD Solidarity Squad Kota Bekasi, Marsono, menyatakan kesiapan penuh menjalankan mandat organisasi.

“Kami siap membentuk DPC-DPC maksimal dua bulan. Kami ingin Solidarity Squad benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Solidarity Squad menegaskan diri sebagai gerakan sosial independen yang memilih jalur kerja nyata ketimbang gaduh politik.

Sumber: DPC Solidarity Squad Kota Depok
Jurnalis: Romo Kefas