
Bakau dan Tukik Jadi Simbol Kepedulian, Temajuk Gaungkan Semangat Pelestarian Alam dari Perbatasan Negeri
Sambas – Semangat menjaga lingkungan hidup menggema dari Pantai Batu Nenek, Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut, berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove dan pelepasan tukik dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Satgas Pamtas RI–Malaysia Kalimantan Barat Sektor Barat Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad itu menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat perbatasan.
Puluhan pelajar, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, serta sejumlah tamu undangan tampak berbaur dalam kegiatan yang sarat nilai edukasi tersebut. Kehadiran kreator konten nasional Bobon Santoso turut menambah antusiasme peserta, terutama kalangan generasi muda yang mengikuti kegiatan sejak awal.
Aksi penanaman mangrove menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Bibit bakau yang ditanam di sepanjang pesisir diharapkan mampu memperkuat ketahanan garis pantai terhadap ancaman abrasi sekaligus menjadi habitat alami bagi berbagai spesies yang hidup di kawasan pesisir.
Selain menanam mangrove, peserta juga mengikuti pelepasan tukik ke laut lepas. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa laut yang selama ini menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas Indonesia.
Sebelum aksi lapangan dilaksanakan, peserta mendapatkan edukasi mengenai konservasi penyu dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Materi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan alam tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Bagi masyarakat Temajuk, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan yang selama ini menjadi sumber kehidupan. Kawasan pesisir yang terjaga dengan baik diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun keberlanjutan ekosistem.
Kehadiran Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi bersama jajaran dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan telah menjadi bagian penting dari upaya membangun wilayah perbatasan yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk. Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan wilayah perbatasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan keamanan, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian alam sebagai aset bangsa.
Melalui kegiatan ini, semangat menjaga lingkungan kembali ditegaskan dari beranda terdepan Indonesia. Mangrove yang ditanam dan tukik yang dilepas menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tugas bersama seluruh anak bangsa untuk memastikan bumi tetap lestari bagi masa depan.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





