
Bawa Hasil Riset Lapangan, Siswa SMPIT Nurul Fikri Sampaikan Pandangan soal Persoalan Kota Bogor di DPRD
Bogor – Puluhan siswa SMPIT Nurul Fikri Bogor memanfaatkan kunjungan ke DPRD Kota Bogor bukan hanya sebagai agenda studi wisata, tetapi sebagai forum untuk menyampaikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang mengedepankan kepekaan sosial dan partisipasi aktif warga sejak usia dini.
Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu (10/6/2026), para siswa mempresentasikan temuan mereka mengenai sejumlah isu yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, kondisi lingkungan, hingga persoalan sosial di wilayah perkotaan.
Rombongan diterima oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), H. Karnain Ashyar, yang mengajak para pelajar berdialog mengenai fungsi DPRD sebagai lembaga representasi rakyat sekaligus mekanisme penyerapan aspirasi publik.
Menurut Karnain, keterlibatan pelajar dalam mengamati dan menganalisis persoalan di sekitarnya merupakan bentuk pendidikan demokrasi yang perlu terus didorong. Ia menilai keberanian generasi muda menyampaikan pandangan secara santun merupakan modal penting dalam membangun budaya partisipatif di masyarakat.
“Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak apatis terhadap kondisi di sekitarnya. Ketika mereka mampu melihat persoalan, memahami akar masalah, lalu menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, mereka sedang belajar menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diawali dengan kemampuan mendengar, mengamati, dan memahami kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Leadership SMPIT Nurul Fikri Bogor, Asriani Rodiah, menjelaskan bahwa program studi lapangan dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman nyata di luar ruang kelas. Melalui metode tersebut, siswa diajak menghubungkan teori yang dipelajari dengan kondisi riil yang mereka temui di lapangan.
Menurutnya, pendidikan karakter harus memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan masyarakat, membangun empati, serta memahami bahwa setiap persoalan membutuhkan sikap kritis sekaligus solusi yang konstruktif.
“Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berani menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain. Itulah nilai kepemimpinan yang kami tanamkan,” katanya.
Kunjungan ke DPRD Kota Bogor tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Dengan membawa hasil riset sederhana dan berdialog langsung dengan para wakil rakyat, para siswa memperoleh pengalaman mengenai cara kerja pemerintahan sekaligus memahami bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bagi DPRD Kota Bogor, kehadiran generasi muda dalam ruang-ruang demokrasi seperti ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan terus tumbuh. Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa menyampaikan aspirasi bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas
Tim Redaksi :::





