Mamasa – Dinamika seleksi jabatan di Kabupaten Mamasa mendadak “memanas”. Nama Tonglo, putra daerah asal Paken, kini jadi sorotan setelah resmi masuk 3 besar seleksi terbuka Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).
Yang menarik, kali ini bukan hanya soal siapa yang lolos.
Tetapi bagaimana publik mulai bersuara.
Sejak pengumuman 3 besar mencuat, nama Tonglo langsung ramai diperbincangkan. Dari percakapan warga hingga media sosial, satu narasi menguat: Mamasa butuh figur yang bekerja, bukan sekadar menjabat.
Tonglo dinilai bukan sosok “instan”. Ia dianggap memahami kondisi riil masyarakat—mulai dari persoalan perumahan, tata kawasan, hingga kebutuhan dasar warga yang selama ini belum sepenuhnya terjawab.
Dukungan pun mulai terbuka.
Nimbrod Rungga, tokoh nasional yang juga putra Paken, memberikan pernyataan tegas yang kini ikut menjadi perhatian:
“Ini momentum penting. Kita tidak boleh salah arah. Tonglo punya kompetensi, pengalaman, dan pemahaman lapangan. Kalau kita bicara masa depan Mamasa, maka kita harus berani memilih yang benar-benar siap bekerja,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seleksi ini kini bukan hanya milik internal pemerintahan.
“Publik sedang melihat. Ini bukan lagi sekadar proses administratif, tapi soal kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan perubahan sikap masyarakat Mamasa.
Jika dulu publik cenderung pasif, kini mereka mulai aktif mengawal.
Mereka bertanya.
Mereka menilai.
Dan mereka berharap.
Karena jabatan Kepala DPKPP bukan posisi biasa—ini adalah kunci dalam menjawab persoalan mendasar masyarakat: rumah layak, lingkungan tertata, dan kepastian lahan.
Kini, keputusan akhir semakin dinanti.
Apakah Mamasa akan melangkah maju dengan memilih figur yang dinilai siap bekerja?
Atau justru kembali pada pola lama yang membuat harapan rakyat kembali menggantung?
Yang jelas, satu nama kini sudah berada di tengah arus dukungan itu:
Tonglo.
Dan dari Paken, gelombang itu terus bergerak—
membawa satu pesan kuat:
Saatnya yang mengerti, diberi kesempatan untuk membuktikan.
Sumber: Nimbrod Rungga
Jurnalis: Romo Kefas

