
Bukan Sekadar Jaga Perbatasan, Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Sahabat Kesehatan Warga Manusasi
Timor Tengah Utara – Kehadiran prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya identik dengan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di Desa Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad menunjukkan peran lain yang tak kalah penting, yakni menjadi garda terdepan dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui program kesehatan keliling yang dilaksanakan Pos Manusasi, prajurit Satgas turun langsung menemui warga untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Program ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari fasilitas kesehatan formal.
Sejak pagi, warga dari berbagai usia mendatangi lokasi pelayanan yang disiapkan personel Satgas. Beberapa datang untuk memeriksakan tekanan darah, berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang dialami, hingga mendapatkan obat-obatan dasar yang diperlukan.
Bagi masyarakat di daerah perbatasan, layanan semacam ini memiliki arti yang besar. Selain membantu mengurangi kendala akses kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan rasa perhatian dan kepedulian yang selama ini sangat mereka harapkan.
Danpos Manusasi, Serma Sutikno, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian Satgas kepada masyarakat selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan. Menurutnya, kesehatan warga menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Jika masyarakat sehat, mereka dapat menjalankan aktivitas dengan baik dan kehidupan sosial ekonomi juga dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, personel Satgas turut memberikan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah penyakit sejak dini.
Pendekatan yang dilakukan Satgas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu karena dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke pusat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Program kesehatan keliling ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui interaksi yang terjalin secara langsung, tercipta komunikasi yang lebih akrab dan rasa saling percaya antara warga dengan personel Satgas.
Kegiatan sosial semacam ini telah menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan tugas Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarhanud 2 Kostrad. Selain menjaga keamanan wilayah, para prajurit juga aktif berkontribusi dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Satgas, keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari terjaganya wilayah perbatasan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat selama masa penugasan berlangsung. Karena itulah berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan kesehatan keliling ini, Satgas kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat perbatasan, sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa.
Di Manusasi, prajurit TNI tidak hanya hadir dengan seragam dan tugas pengamanan. Mereka hadir membawa obat, senyum, dan kepedulian, membuktikan bahwa menjaga perbatasan juga berarti menjaga kesehatan dan harapan masyarakat yang tinggal di ujung negeri.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





