Fahri Hamzah Gaspol Program 3 Juta Rumah: Hunian Murah, Layak, dan Ramah Lingkungan

Fahri Hamzah Gaspol Program 3 Juta Rumah: Hunian Murah, Layak, dan Ramah Lingkungan

Spread the love

Fahri Hamzah Gaspol Program 3 Juta Rumah: Hunian Murah, Layak, dan Ramah Lingkungan

JAKARTA – Laju urbanisasi yang terus meningkat membuat kota-kota besar seperti Jakarta kian padat. Kondisi ini berdampak langsung pada terbatasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Akibatnya, jutaan keluarga masih bertahan hidup di kawasan padat dan lingkungan yang belum memenuhi standar kelayakan.

Menjawab tantangan tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan renovasi tiga juta rumah sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Fahri menekankan, program perumahan nasional tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga harus menghadirkan hunian yang bermartabat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Hunian rakyat harus ramah lingkungan, rendah emisi karbon, serta memiliki ketahanan terhadap bencana,” ujar Fahri saat berbicara dalam OECD Policy Seminar on Sustainable Housing, Building and Cities, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong integrasi kebijakan perumahan dengan perencanaan tata kota agar pertumbuhan hunian tidak memicu persoalan baru, seperti munculnya kawasan kumuh, kemacetan, dan kerentanan bencana.

Sebagai langkah konkret percepatan, pemerintah berencana membentuk Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat. Badan ini akan berperan mengintegrasikan sisi permintaan dan penawaran perumahan, sekaligus memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Di kawasan metropolitan, kebijakan perumahan akan difokuskan pada pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD), penataan kawasan padat penduduk, serta penyediaan hunian layak di sekitar kawasan industri. Strategi ini diharapkan mampu menekan biaya hidup masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Fahri Hamzah optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan urbanisasi di masa depan.

Jurnalis: Romo Kefas