HPN 2026: Romo Kefas Sentil Fenomena Banjir Informasi, Pers Diminta Jadi Penjaga Kebenaran

HPN 2026: Romo Kefas Sentil Fenomena Banjir Informasi, Pers Diminta Jadi Penjaga Kebenaran

Spread the love

HPN 2026: Romo Kefas Sentil Fenomena Banjir Informasi, Pers Diminta Jadi Penjaga Kebenaran

Jakarta, 07 Februari 2026 – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Pemimpin Redaksi Pelita Nusantara Group, Kefas Hervin Devananda alias Romo Kefas, melontarkan pernyataan tegas soal kondisi dunia pers di era digital yang dinilai semakin penuh tantangan.

Dalam wawancara bersama awak media pada Sabtu, 07 Februari 2026, Romo Kefas menyoroti fenomena banjir informasi yang saat ini semakin sulit dikendalikan. Ia menilai, di tengah derasnya arus berita di media sosial, peran pers profesional justru semakin dibutuhkan masyarakat.

“Sekarang semua orang bisa bikin berita, tapi belum tentu semua berita membawa kebenaran. Di sinilah pers harus hadir sebagai penjernih informasi, bukan ikut larut dalam arus sensasi,” ujar Romo Kefas.

Menurutnya, Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 09 Februari bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingat kembali tanggung jawab moral insan pers terhadap publik.

Ia menegaskan, pers harus tetap menjadi benteng terakhir dalam menjaga akal sehat masyarakat di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.

“Pers itu bukan hanya soal cepat memberitakan, tapi soal berani menyampaikan kebenaran. Kalau pers kehilangan integritas, maka masyarakat akan kehilangan arah informasi,” tegasnya.

Romo Kefas juga menyoroti bagaimana media memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, ia mengingatkan agar jurnalis tidak terjebak pada kepentingan tertentu yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat.

“Pers harus berdiri di tengah, tidak berpihak pada kekuasaan, tetapi berpihak pada kebenaran dan kepentingan rakyat,” katanya.

Ia menilai, tantangan pers saat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal menjaga marwah profesi di tengah persaingan media yang semakin ketat.

Menurut Romo Kefas, jurnalis harus mampu menjadi pengawal demokrasi sekaligus penjaga persatuan bangsa melalui narasi yang menyejukkan dan edukatif.

“Media punya kekuatan besar. Kalau digunakan dengan benar, media bisa membangun peradaban. Tapi kalau disalahgunakan, media juga bisa memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Melalui momentum HPN 2026, Romo Kefas mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta memperkuat independensi media.

Ia menegaskan, Pelita Nusantara Group berkomitmen untuk terus menghadirkan pemberitaan yang faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Pers bukan sekadar profesi, tapi panggilan perjuangan. Selama kebenaran masih diperjuangkan, pers akan tetap menjadi cahaya bagi masyarakat,” tutup Romo Kefas.