Kebenaran Sejati dalam Kristus: Menembus Batas Waktu dan Budaya

Kebenaran Sejati dalam Kristus: Menembus Batas Waktu dan Budaya

Spread the love

KlikberitaNews Di dunia yang terus berubah dan penuh tantangan, manusia selalu mencari sesuatu yang abadi—sesuatu yang memberi makna sejati dalam hidup. Di tengah kesibukan modernitas dan arus globalisasi, kita seringkali tersesat dalam pencarian yang tak berujung, seperti mencari bayangan di tengah malam. Namun, ada satu pernyataan yang kekal dan tak terbantahkan: Yohanes 14:6, yang menyatakan, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.”

Pernyataan ini bukan sekadar kalimat teologis yang indah, tetapi panggilan dari Sang Pencipta bagi setiap hati yang merindukan makna. Ia adalah pintu yang membuka cakrawala baru, menembus batas ruang dan waktu—menghubungkan manusia dengan sumber kehidupan sejati.

Dalam budaya Nusantara, “jalan” selalu terkait dengan perjalanan spiritual dan pencarian makna. Ada jalan yang ditempuh dengan kaki, ada pula jalan yang dilalui dengan hati dan iman. Kristus hadir sebagai “jalan” yang tidak hanya menunjukkan arah, tetapi menjadi jalan itu sendiri—menghubungkan bumi dengan surga, manusia dengan Allah.

Seperti pepatah Jawa, “Adigang, adigung, adiguno,” yang berarti jangan sombong dengan kekuatan, kekuasaan, atau kepintaran. Kristus mengajarkan kerendahan hati dan kesederhanaan, bahwa jalan yang benar adalah jalan yang dipenuhi kasih dan pelayanan.

Ia adalah jalan yang mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan alam, menghormati leluhur, dan menjaga keseimbangan hidup. Melalui-Nya, kita belajar bahwa perjalanan spiritual tidak pernah sendiri; Kristus adalah pemandu setia, yang menuntun kita melewati gelap dan terjal, menuju terang abadi.

Di era informasi yang melimpah dan kebohongan yang mudah tersebar, kebenaran menjadi barang langka. Banyak yang mencari jawaban di luar diri, tetapi hanya satu yang mampu memberi kepastian dan kedamaian sejati: Kristus, Sang Kebenaran. Ia tidak sekadar menawarkan fakta, tetapi mengungkapkan realitas yang membebaskan kita dari belenggu dosa, ketakutan, dan kekeliruan.

Dalam bahasa Sunda, ada ungkapan “Kudu jujur, ulah bohong, supaya hirup teu balangsak,” yang artinya harus jujur, jangan berbohong, supaya hidup tidak sengsara. Kristus adalah kebenaran yang membebaskan kita dari kebohongan dan membawa kita menuju kehidupan yang penuh integritas dan kebahagiaan.

Dalam konteks Nusantara yang kaya akan budaya dan keberagaman, kebenaran Kristus adalah fondasi yang kokoh. Ia mengingatkan kita bahwa keberagaman bukanlah perpecahan, melainkan kekayaan yang harus disatukan dalam kasih dan keadilan. Ia adalah kebenaran yang menyatukan hati, menyembuhkan luka, dan membangun bangsa yang berintegritas.

Kata “hidup” dalam Yohanes 14:6 tidak hanya berarti keberadaan fisik, tetapi juga kehidupan yang penuh makna, kekal, dan transenden. Kristus menawarkan kehidupan yang melampaui batas duniawi—kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, dan harapan yang tak pernah padam.

Bayangkan sebuah benih yang ditanam di tanah subur. Benih itu adalah potensi kehidupan yang tersembunyi. Kristus adalah matahari yang menyinari benih itu, memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Ia adalah kehidupan yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala tantangan dan meraih impian.

Dalam budaya Nusantara, hidup yang sejati adalah hidup yang berakar pada kasih, pelayanan, dan pengorbanan. Kristus mengajarkan bahwa hidup bukan tentang mengejar kekayaan atau kekuasaan, melainkan tentang memberi dan berbagi, tentang mencintai sesama tanpa syarat. Ia adalah sumber kekuatan yang mengubah kita menjadi pribadi yang lebih berbelas kasih dan penuh makna.

Yohanes 14:6 mengingatkan kita bahwa iman kepada Kristus adalah pusat dari keberadaan kita. Ia adalah jalan yang membawa kita ke hadirat Bapa, kebenaran yang membebaskan kita dari kebohongan dunia, dan hidup yang memberi arti hakiki. Dalam konteks budaya Nusantara, panggilan ini menjadi misi untuk menjadi saksi yang hidup—mengintegrasikan iman dan budaya, menghidupkan nilai-nilai luhur, dan membawa terang Kristus ke tengah-tengah masyarakat.

Mari kita renungkan dan jalani setiap langkah dengan keyakinan bahwa Kristus adalah jawaban dari segala pencarian manusia. Ia adalah kebenaran sejati yang tidak pernah usang dan jalan yang tak pernah berhenti menyala. Dengan berpegang pada Kristus, kita tidak hanya menemukan makna hidup, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa terang dan harapan bagi dunia. Jadilah saksi kebenaran, dan biarkan kasih Kristus terpancar melalui setiap aspek kehidupanmu.

Oleh Kefas Hervin Devananda

error: Content is protected !!