
Keluhan Pemadaman Meningkat, Pemkot Bekasi Siagakan Layanan Agar Warga Tetap Terlayani
BEKASI – Gangguan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi dalam beberapa waktu terakhir memunculkan beragam keluhan dari masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengaku aktivitas sehari-harinya terganggu, mulai dari pekerjaan, usaha kecil, hingga layanan yang bergantung pada jaringan internet dan perangkat elektronik.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah antisipatif untuk memastikan roda pelayanan publik tetap berjalan. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menjaga agar masyarakat tetap memperoleh layanan administrasi dan pelayanan dasar meskipun terjadi gangguan pasokan listrik.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan bahwa laporan terkait pemadaman listrik banyak diterima melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai sektor.
Sebagai langkah mitigasi, seluruh unit pelayanan publik diminta meningkatkan kesiapan operasional, termasuk memastikan fasilitas pendukung seperti generator set dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi pemadaman yang berpotensi mengganggu sistem pelayanan.
Menurut Tri, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti hanya karena kendala teknis. Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan langkah-langkah preventif agar pelayanan tetap dapat berlangsung dengan baik.
Selain kesiapan infrastruktur, Pemerintah Kota Bekasi juga terus mendorong efisiensi penggunaan energi di lingkungan pemerintahan. Salah satu kebijakan yang dijalankan adalah penerapan pola kerja Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil negara.
Kebijakan tersebut dinilai mampu mengurangi penggunaan energi di perkantoran sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Berbagai kegiatan koordinasi dan rapat kini lebih banyak dilakukan secara daring guna mengurangi mobilitas yang tidak diperlukan.
Di tengah situasi yang terjadi, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara bijak. Penghematan listrik dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama demi menjaga stabilitas penggunaan energi.
Gangguan listrik yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat penting bahwa ketahanan pelayanan publik harus selalu dipersiapkan menghadapi berbagai kemungkinan. Dengan kesiapsiagaan yang dilakukan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan tetap dapat mengakses layanan publik secara optimal tanpa mengalami hambatan berarti.
(Romo Kefas)





