Membangun Budaya Politik yang Berdaulat dan Berintegritas Seperti Daniel

Membangun Budaya Politik yang Berdaulat dan Berintegritas Seperti Daniel

Spread the love

Klikberita.net Dalam kehidupan keseharian kita tidak bisa dilepas dengan kegiatan Politik, pertanyaannya apa itu politik???  Pemahaman kita sebagai orang awam bahwa politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama, dan hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan Publik pemerintahan dan negara.

Sesungguhnya Politik itu yang berasal serapan dari bahasa Belanda: politiek) adalah proses pembentukan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini adalah upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Ini dapat digunakan secara positif dalam konteks solusi politik yang berkompromi dan tanpa kekerasan, atau secara diskriptif sebagai seni atau ilmu pemerintahan, tetapi juga sering membawa konotasi negatif.

Konsep setelah didefinisikan dalam berbagai cara, dan pendekatan yang berbeda memiliki pandangan yang berbeda secara mendasar tentang apakah itu harus digunakan secara luas atau terbatas, secara empiris atau normatif, dan apakah konflik atau kerjasama lebih penting untuk itu.

Berbagai metode digunakan dalam politik, termasuk mempromosikan pandangan politik sendiri antara orang-orang, negosiasi dengan subjek politik lain, membuat undang-undang, dan menggunakan kekuatan internal dan eksternal, termasuk perang melawan musuh. Politik dijalankan pada berbagai tingkatan sosial, dari klan atau suku masyarakat tradisional, melalui pemerintah lokal modern, perusahaan dan lembaga hingga negara berdaulat, hingga tingkat internasional.

Di negara bangsa modern, orang sering membentuk partai politik untuk mewakili ide-ide mereka. Anggota partai sering setuju untuk mengambil posisi yang sama dalam banyak masalah dan setuju untuk mendukung kesejahteraan yang sama pada hukum dan pemimpin yang tidak sama. Pemilihan umum biasanya adalah kompetisi antara berbagai partai.

Sistem politik adalah kerangka kerja yang mendifinisikan metode politik yang dapat diterima dalam suatu masyarakat, Sejarah pemikiran politik dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno, dengan karya-karya mani seperti Republik Plato dan Politik Aristoteles di Barat, dan manuskrip politik Konfusius dan Arthashastra Chanakya di Timur.

Alkitab  juga menulis dan menceritakan  seorang politisi yang luar biasa dimasanya yaitu Daniel dan rekan – rekannya, nama Daniel berasal dari bahasa Ibrani, “daniyel”. Dari dua kata: “dan” yang berarti “hakim” dan “el” yang berarti “Allah”. Jadi, arti nama “daniyel” adalah Hakimku ialah Allah.

Nama Daniel disebut pertama kali dalam kitab Yehezkiel 14:14. Dalam Alkitab, nama Daniel disebut sebanyak 87 kali. Kitab-kitab yang menyebut nama Daniel di antaranya adalah kitab Yehezkiel, Daniel, Matius, dan Markus. Daniel lahir di Yehuda (Daniel 1:1-6). Secara kronologis, Daniel merupakan salah satu nabi Perjanjian Lama yang terakhir. Hanya Hagai, Zakharia, dan Maleakhi yang mengikutinya dalam aliran nubuat Perjanjian Lama. Dia adalah rekan sezaman yang lebih muda dari Yeremia, mungkin umurnya juga sama dengan Yehezkiel. Dalam pelayanannya, Daniel melayani sebagai pemimpin politik dan nabi. Ia melayani sebagai Perdana Menteri di Babel, di bawah Nebukadnezar dan Darius (Daniel 2:48, 6:1-3).

Tepatnya pada tahun ke-3, yaitu pada masa pemerintahan Yoyakim, Raja Yehuda, Raja Nebukadnezar melakukan penyerangan terhadap kerajaan Yehuda. Raja Nebukadnezar mengambil seluruh perkakas yang ada di dalam Bait Allah dan membawanya ke Babel. Nebukadnezar juga memerintahkan Aspenas, kepala istananya, untuk membawa anak-anak muda Israel dari keturunan raja dan bangsawan serta orang-orang yang baik, yang memahami berbagai hikmat dan memiliki banyak pengetahuan. Mereka semua dibawa ke Babel untuk dipekerjakan di istana raja. Mereka diajari tulisan dan bahasa Kasdim serta dididik selama tiga tahun. Sesudah itu, mereka diwajibkan untuk bekerja dan mengabdi kepada Raja Nebukadnezar. Di antara semua orang yang dibawa ke Babel itu, ada empat orang Yehuda, yaitu Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Keempat orang itu diberi nama lain oleh pegawai istana, yaitu Daniel diberi nama Beltsazar, Hananya diberi nama Sadrakh, Misael diberi nama Mesakh, dan Azarya diberi nama Abednego. Selama di Babel, Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat kepada Daniel dan teman-temannya sehingga Daniel mempunyai pengertian dalam menafsirkan penglihatan dan mimpi.

Setelah dididik selama tiga tahun, orang-orang Israel yang dibawa ke Babel kemudian menghadap Raja Nebukadnezar. Di antara semua orang yang dibawa itu, tidak ada seorang pun yang memiliki kepandaian setara dengan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Itulah sebabnya, Raja Nebukadnezar menetapkan keempat orang itu untuk bekerja di istananya. Daniel sendiri berada di istana Raja Nebukadnezar hingga tahun pertama pemerintahan Koresh. Selama tinggal bersama Raja Nebukadnezar, Daniel dipakai oleh Tuhan untuk menerangkan mimpi-mimpi Raja Nebukadnezar. Kala itu, Raja Nebukadnezar bermimpi tentang munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat di muka bumi dan kerajaan kekal. Kedua, tentang peringatan kepada raja untuk segera bertobat dan menyembah Allah. Setelah itu, Raja Nebukadnezar meninggikan Allah.

Daniel tidak hanya dipakai Tuhan untuk menerangkan mimpi-mimpi Raja Nebukadnezar, tetapi ia juga pernah menerangkan tulisan di dinding atas permintaan Belsyazar (anak Nebukadnezar). Kala itu, Belsyazar berjanji akan memberi imbalan kepada Daniel jika ia mampu menerangkan mimpi itu, maka Daniel pun menafsirkan mimpi itu. Isi tulisan tersebut adalah “Mene, mene, tekel ufarsin”. Mene berarti “masa pemerintahan raja dihitung oleh Allah dan telah diakhiri”, Tekel “raja ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan”, Peres “kerajaan akan pecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia”. Setelah mengartikan tulisan itu, Raja Belsyazar memberikan hadiah itu kepada Daniel serta mengangkatnya menjadi orang ketiga yang mempunyai kekuasaan di kerajaannya. Akan tetapi, malam itu juga, terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim tersebut.

Pada masa pemerintahan Darius orang Media, Daniel diangkat menjadi pejabat tinggi. Daniel melebihi para pejabat tinggi yang lain dan para wakil raja karena Daniel memiliki roh yang luar biasa. Raja juga bermaksud menempatkan Daniel atas seluruh kerajaannya. Namun, para pejabat tinggi dan wakil raja iri hati. Mereka berusaha mencari tuduhan yang mungkin dapat ditujukan kepada Daniel, tetapi mereka tidak menemukan kesalahan Daniel. Karena itu, mereka menghadap dan menghasut raja supaya raja mengeluarkan perintah agar semua penduduk menyembah dewa yang disembah oleh raja. Kalau ada yang melanggar perintah itu, maka orang itu akan dilemparkan ke dalam gua singa. Lalu, Raja Darius pun mengikuti perkataan mereka dan membuat surat perintah dengan larangan itu.

Ketika Daniel mendengar berita itu, ia berdoa dan memuji Allah di dalam kamarnya. Para pejabat pun masuk dan mendapati Daniel sedang menyembah Allah Israel, lalu melaporkannya kepada raja. Setelah mendengar hal itu, raja sedih dan berusaha mencari cara untuk melepaskan Daniel. Namun, para pejabat itu mendesak raja supaya memasukkan Daniel ke dalam gua yang berisi singa. Akhirnya, Daniel pun dimasukkan ke dalam gua singa. Pada pagi harinya, raja melihat keadaan Daniel dan ia melihat bahwa Allah menyelamatkan Daniel. Mulut singa-singa itu dibuat tertutup oleh Tuhan karena Daniel adalah orang yang benar. Lalu, raja memasukkan orang yang menuduh Daniel ke dalam gua singa dan singa itu membunuh orang-orang itu.

Sejak itu, raja mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang isinya memerintahkan seluruh orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel. Sebab, Allahnya Daniel adalah Allah yang hidup, kekal, pemerintahan-Nya tidak akan binasa, dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia adalah Allah yang melepaskan, menolong, mengadakan tanda, dan mukjizat di langit dan di bumi. Allah yang melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa. Setelah itu, Daniel juga mendapatkan kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan Koresh, orang Persia itu.

Mengapa kita bisa katakan bahwa Daniel seorang politisi yang cukup berhasil dan sangat disegani kawan maupun lawan, dan Beliau di percayakan menjadi pejabat tinggi dari dua dinasti yang berbeda pada masanya

Jika kita membaca alkitab tentang kisah hidup daniel maka kita dapat menyimpulkan bahwa Daniel adalah  pemimpin yang rendah hati, mengutamakan orang lain, dan menggunakan pengaruhnya untuk kebaikan. 
Sikap rendah hati 
  • Daniel tidak pernah sombong meskipun menjadi salah satu tokoh berpengaruh di Babel.
  • Ia selalu mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya sendiri.
Sikap mengampuni 
  • Daniel penuh kasih dan mau mengampuni, tidak pernah menyimpan dendam kepada siapa pun.
Sikap peduli sosial 
  • Daniel menggunakan pengaruhnya untuk memberi dampak positif pada kehidupan orang-orang di sekitarnya.
Sikap setia kepada Allah
  • Daniel hidup bersih di hadapan Allah, memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap pertolongan Allah. 
  • Ia tetap berdoa kepada Allah tiga kali sehari meskipun melanggar larangan untuk menyembah dewa atau orang selain Raja Darius.
Sikap tegas dalam kebenaran 
  • Daniel hadir sebagai saksi atau duta Allah yang menyatakan tentang eksistensi Allah, baik melalui perkataan maupun sikap hidupnya dan tidak pernah berkompromi dengan persekongkolan Jahat dan Keji yang terkait dengan kepentingan prahmatignya.

Disadur dan disusun dari berbagai Sumber

Kefas Hervin Devananda Ketua Pewarna Indonesia propinsi Jawa Barat [05042025]

Sumber Alkitab dari kitab Daniel

error: Content is protected !!