
Menjaga Perbatasan dengan Sentuhan Kemanusiaan, Yonarmed 12 Kostrad Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Belu
Belu – Pengabdian prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan kedaulatan negara. Di balik tugas pengamanan yang dijalankan setiap hari, personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad juga mengambil peran dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita yang menjadi fondasi lahirnya generasi penerus bangsa.
Komitmen tersebut tampak saat personel Pos Asulait berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Wedomu menggelar kegiatan Posyandu di Dusun Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Seluruh rangkaian tersebut bertujuan mendeteksi lebih dini potensi masalah kesehatan sekaligus mendorong orang tua untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan.
Keberadaan personel Satgas tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan Posyandu, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga menunjukkan bahwa tugas menjaga negara juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan.
Danpos Asulait, Serma Siswanto, menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, Satgas Pamtas akan terus mendukung berbagai program pelayanan masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan warga.
Menurutnya, sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelayanan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.
Antusiasme warga Desa Sarabau terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan Posyandu. Para ibu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memantau perkembangan kesehatan anak-anak mereka sekaligus berkonsultasi mengenai pola hidup sehat selama masa kehamilan dan pertumbuhan balita.
Bagi Yonarmed 12 Kostrad, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Selain menjaga keamanan kawasan perbatasan, prajurit juga berupaya hadir dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.
Kolaborasi yang terjalin dengan Puskesmas Wedomu menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan akan semakin efektif apabila didukung oleh kerja sama lintas sektor. Kehadiran Satgas memberikan nilai tambah, baik dalam aspek mobilisasi masyarakat maupun penguatan rasa aman selama kegiatan berlangsung.
Di perbatasan Belu, pengabdian prajurit tidak hanya diukur dari kewaspadaan menjaga tapal batas negara. Melalui kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil dan balita, Yonarmed 12 Kostrad menunjukkan bahwa menjaga Indonesia juga berarti menjaga kehidupan yang sedang bertumbuh. Sebab, perbatasan yang kuat bukan hanya ditandai oleh kokohnya pengamanan, tetapi juga oleh lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan penuh harapan untuk masa depan bangsa.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi





