Natal di Balai Kota Bogor Cetak Sejarah, Dari Ibadah Jadi Simbol Toleransi dan Solidaritas Nasional

Natal di Balai Kota Bogor Cetak Sejarah, Dari Ibadah Jadi Simbol Toleransi dan Solidaritas Nasional

Spread the love

Natal di Balai Kota Bogor Cetak Sejarah, Dari Ibadah Jadi Simbol Toleransi dan Solidaritas Nasional

Bogor — Kota Bogor mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan kebhinekaan. Untuk pertama kalinya, perayaan Natal Bersama Kota Bogor digelar di ruang terbuka Plaza Balai Kota Bogor, Jumat malam, 23 Januari 2026. Peristiwa ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi penanda kuat semangat toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial lintas iman.

Ketua Panitia Natal Bersama Kota Bogor, Samson Purba, menegaskan bahwa penyelenggaraan Natal di jantung pemerintahan kota merupakan pesan simbolik yang kuat. Menurutnya, Balai Kota bukan hanya pusat birokrasi, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama.

“Ini pertama kali dalam sejarah Kota Bogor Natal dilaksanakan di Balai Kota dan di ruang terbuka. Ini menandakan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi nyata dan dirasakan bersama,” ujar Samson.

Perayaan Natal tahun ini juga mengusung nilai kemanusiaan. Selain ibadah dan perayaan, panitia menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh, menjadikan Natal sebagai momentum berbagi harapan bagi saudara-saudara sebangsa yang tengah mengalami musibah.

Acara berlangsung semarak dengan kehadiran artis nasional Viktor Hutabarat, yang membawakan puji-pujian dan lagu rohani penuh penghayatan, mengundang ribuan jemaat larut dalam suasana haru dan sukacita.

Natal Bersama Kota Bogor turut dihadiri Wali Kota Bogor beserta jajaran Pemerintah Kota Bogor, unsur TNI, Polri, ASN, Kejaksaan, dan Kehakiman, menegaskan dukungan negara terhadap kebebasan beragama dan harmoni sosial.

Tak hanya itu, perayaan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai aras gereja, di antaranya PGIS, PGLII, dan PGPI, yang hadir bersama-sama sebagai simbol persatuan umat Kristen dalam keberagaman gerejawi.

Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, Natal Bersama Kota Bogor hadir sebagai pesan kuat bahwa toleransi dapat tumbuh subur ketika negara, tokoh agama, dan masyarakat berjalan seiring.

Natal di Balai Kota Bogor bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga tonggak sejarah kebersamaan, yang menunjukkan bahwa Bogor adalah kota untuk semua, dan persatuan selalu punya ruang di tempat paling terbuka.