Natal Pelajar Bogor Jadi Ruang Pulih: Dari Lagu, Doa, sampai Harapan Baru
Bogor — Sabtu malam, 10 Januari 2026, Kedung Halang tak sekadar jadi titik kumpul akhir pekan. Di GPIAI Filadelfia Graha Indah, ratusan pelajar Kristen dari SMK Negeri 1 Bogor dan SMA Negeri 2 Bogor berkumpul dalam Natal Gabungan yang hangat, reflektif, dan penuh energi positif.
Ibadah yang berlangsung pukul 17.00–20.30 WIB ini terasa “kena” di hati. Pujian mengalun, doa menguatkan, dan kebersamaan lintas sekolah menghapus sekat. Natal bukan cuma dirayakan—tapi dihidupi.
Mengusung tema “Natal Membebaskan dari Kuasa Dosa” (Matius 1:21), para pelajar diajak melihat Natal sebagai momen pembebasan: dari rasa takut, tekanan pergaulan, hingga kebingungan arah hidup. Pesan Natal disampaikan dengan bahasa sederhana dan membumi, dekat dengan realitas remaja hari ini.
Gereja tempat ibadah ini digembalakan oleh Pdt. Dr.Leo Fransisco, M.Pd, yang dikenal aktif mendampingi generasi muda. Malam itu, ruang ibadah berubah jadi ruang pulih—tempat pelajar menata ulang iman dan harapan.
Dua Sekolah, Satu Getaran
Tak ada kubu-kubuan. Pelajar SMK Negeri 1 Bogor dan SMA Negeri 2 Bogor melebur dalam pujian dan doa bersama. Momen refleksi membuat suasana hening yang bermakna, sementara lagu-lagu rohani menghadirkan sukacita yang menular.
Bukan Seremoni, Tapi Titik Balik
Bagi banyak peserta, Natal kali ini terasa berbeda. Bukan soal dekorasi atau panggung, melainkan pesan yang dibawa pulang yang disampaikan oleh Rosi Pasarib,S.Th : berani hidup benar, jujur, dan tetap berharap—di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar.
Dari GPIAI Filadelfia Graha Indah Kedung Halang, Natal pelajar Bogor malam itu mengirim satu pesan kuat: iman yang dirayakan bersama, akan bertumbuh dan berdampak.
Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas

