Pelajar SMPN 17 Bekasi Ambil Peran, Gerakan Anti Perundungan Digaungkan Lewat Roots Day
KOTA BEKASI — Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan berempati kembali ditegaskan melalui kegiatan Roots Day Deklarasi Agen Perubahan Anti Perundungan Angkatan ke-5 di SMP Negeri 17 Bekasi, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menandai keterlibatan aktif pelajar sebagai garda terdepan dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Ratusan siswa bersama guru dan perwakilan orang tua mengikuti rangkaian acara yang dikemas edukatif dan partisipatif. Tidak sekadar seremoni, Roots Day menjadi ruang refleksi bersama bahwa perundungan berdampak luas—bukan hanya pada korban, tetapi juga pada iklim belajar dan relasi sosial di sekolah.
Wali Kota Bekasi menyampaikan dukungan atas inisiatif siswa yang berani menyatakan sikap menolak perundungan. Menurutnya, keberanian bersuara dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi penting pembentukan karakter generasi muda.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh. Ketika siswa berani peduli dan saling menjaga, di situlah perubahan nyata dimulai,” ujarnya.
Agen Perubahan, Motor Budaya Positif
Para siswa yang ditetapkan sebagai Agen Perubahan diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya saling menghormati. Mereka didorong untuk aktif mengingatkan, mendampingi teman, serta melaporkan jika menemukan indikasi perundungan—dengan pendekatan empati dan dialog.
Kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang membahas bentuk-bentuk perundungan, cara pencegahan, serta peran setiap elemen sekolah. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan siswa dalam menyampaikan pandangan dan komitmen pribadi.
Dukungan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmen mendukung program pendidikan yang menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Harapannya, semangat Roots Day tidak berhenti di satu sekolah, tetapi meluas menjadi gerakan bersama di sekolah-sekolah lain.
Melalui deklarasi Angkatan ke-5 ini, SMPN 17 Bekasi diharapkan terus menjadi contoh sekolah ramah anak—tempat setiap siswa merasa aman, didengar, dan dihargai.
Jurnalis: Vicken Highlanders

