Perombakan Struktur ASN Bekasi Dimulai, Penataan Jabatan Jadi Strategi Tingkatkan Kinerja Pemerintahan

Perombakan Struktur ASN Bekasi Dimulai, Penataan Jabatan Jadi Strategi Tingkatkan Kinerja Pemerintahan

Spread the love

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melakukan penataan struktur organisasi melalui pelaksanaan rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan birokrasi sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, terhadap puluhan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (6/2/2026). Rotasi dan mutasi ini menyasar pejabat Eselon III dan IV serta sejumlah pimpinan unit pelayanan kesehatan.

Sebanyak 44 pejabat struktural menjalani pergeseran jabatan. Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan pengangkatan dan alih tugas terhadap 17 Kepala UPTD Puskesmas sebagai upaya menjaga stabilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi yang dirancang untuk menjaga efektivitas kerja pemerintahan. Menurutnya, penyegaran jabatan diperlukan agar organisasi tetap dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pelayanan masyarakat yang terus berkembang.

“Rotasi dan mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier ASN sekaligus upaya memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik. Pengisian jabatan dilakukan secara profesional dan terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam penataan jabatan. Keberadaan kepala puskesmas yang definitif dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan di tingkat wilayah.

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam menerapkan sistem merit dalam pengembangan karier aparatur. Promosi jabatan, menurut Tri, diberikan kepada ASN yang memiliki kompetensi, prestasi kerja, dan kemampuan manajerial yang baik.

“Pengembangan karier ASN harus berbasis pada kinerja dan kompetensi. Dengan begitu, birokrasi akan semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Tri juga mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas barunya serta menjaga integritas dalam menjalankan amanah jabatan.

Melalui penataan struktur organisasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat memperkuat birokrasi yang solid, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkelanjutan.