
PGI Serukan Gelombang Doa Nasional dari IKN untuk Indonesia
Balikpapan – Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, dinamika sosial hingga situasi global yang penuh ketidakpastian, umat Kristen Indonesia diajak untuk kembali menguatkan fondasi spiritual melalui doa bersama bagi bangsa dan negara.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Umum PGI, Jacky Manuputy, menjelang pelaksanaan Hari Doa Nasional 2026 yang akan digelar pada 2–5 Juli 2026 di Balikpapan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Menurut Jacky, sejarah perjalanan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran doa dan kontribusi berbagai elemen masyarakat yang terus menjaga semangat persatuan. Karena itu, saat bangsa menghadapi berbagai tantangan, gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk terus menghadirkan harapan serta menjadi bagian dari solusi.
Ia menegaskan bahwa doa bukan sekadar aktivitas keagamaan, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa. Melalui doa, umat diajak untuk memohon hikmat bagi para pemimpin, menjaga persatuan nasional, serta mendukung terciptanya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Ketika bangsa menghadapi berbagai pergumulan, gereja tidak boleh hanya menjadi penonton. Gereja harus hadir melalui doa, kasih, dan tindakan nyata yang membawa damai serta pengharapan,” ujar Jacky.
Hari Doa Nasional 2026 akan menjadi momentum pertemuan ribuan umat Kristen dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang persekutuan lintas denominasi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat komitmen bersama untuk terus mendoakan Indonesia.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Kebaktian Kebangunan Rohani dan Konser Doa di BSCC Dome Balikpapan pada 2 Juli 2026. Selanjutnya peserta akan mengikuti seminar tentang doa dan penginjilan, konferensi rohani, serta berbagai sesi pembinaan yang berlangsung hingga 4 Juli 2026.
Puncak perayaan Hari Doa Nasional akan digelar pada 5 Juli 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara. Momen tersebut juga akan diikuti secara virtual oleh gereja-gereja di berbagai wilayah Indonesia sehingga umat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat berpartisipasi dalam doa bersama.
Panitia memperkirakan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri akan hadir dalam kegiatan tersebut. Selain para pendeta dan pemimpin gereja, acara ini juga akan diikuti oleh pendoa syafaat, penginjil, aktivis pelayanan, serta perwakilan berbagai organisasi Kristen.
Ketua Umum PGI berharap Hari Doa Nasional 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan spiritual yang mampu mempererat persaudaraan antarumat Kristen serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.
“Bangsa ini membutuhkan persatuan dan harapan. Melalui doa, kita percaya Tuhan akan menuntun Indonesia melewati setiap tantangan dan membawa negeri ini menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Jacky.
Jurnalis: Romo Kefas





