Polemik Jabatan Kepala Adat Kampung Jengan: Evensius Sapri Mukan Pertanyakan Proses Pemilihan Ulang

Polemik Jabatan Kepala Adat Kampung Jengan: Evensius Sapri Mukan Pertanyakan Proses Pemilihan Ulang

Spread the love

Kutai Barat – Polemik jabatan Kepala Adat Kampung Jengan kembali mencuat setelah Evensius Sapri Mukan, yang masih menjabat sebagai Kepala Adat, mempertanyakan proses pemilihan ulang kepala adat meskipun masa jabatannya secara resmi masih berlaku.

Evensius menyatakan bahwa ia belum pernah menerima surat pemberhentian secara resmi, namun pihak kampung setempat membentuk panitia dan menyelenggarakan proses pemilihan ulang. “Saya bingung, SK saya masih berjalan. Kenapa tiba-tiba ada pemilihan? Surat pemberhentian tidak pernah ada, yang ada hanya surat edaran dari Pak Bupati yang ditandatangani dan disampaikan melalui petinggi kampung,” jelas Evensius.

Dalam situasi yang dinilai tidak adil, Evensius bersama stafnya memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas di kantor adat, meski tugas pelayanan masyarakat tetap berjalan. “Petinggi Kampung Jengan, Sarju Andik Prasetyo, bersama Ketua PPK kampung datang menyampaikan bahwa saya hanya bisa melanjutkan tugas dengan status kerja bakti tanpa gaji. Karena dianggap tidak sesuai aturan, kami memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas di kantor adat,” ungkap Evensius.

Evensius juga menyatakan bahwa proses pemilihan ulang tersebut tidak adil karena tidak didahului rapat umum untuk merencanakan penjaringan calon. Dalam pemilihan yang digelar, kotak kosong justru menang dengan 100 suara, sementara calon tunggal hanya memperoleh 94 suara. “Padahal saya masih punya masa jabatan 1 tahun 9 bulan lagi sesuai SK yang saya pegang. Saya tidak menolak dipilih, tapi harus sesuai aturan. Kalau masa jabatan saya belum selesai sudah digelar pemilihan ulang, jelas saya dirugikan,” tegasnya.

Evensius menegaskan bahwa dirinya siap dipilih ulang jika masa jabatannya memang sudah selesai, namun keputusan pemilihan ulang di tengah masa jabatannya yang sah membuatnya merasa tidak adil. “Saya siap kalah, siap menang, tapi kalau masa jabatan saya belum selesai lalu digelar pemilihan ulang, tentu saya merasa dirugikan. Saya masih belum bisa menerima hal itu,” tutupnya.

Penulis:MM
Editor: Romo Kefas

error: Content is protected !!