
Ribuan Jamaah Padati Lapangan Madivif 1 Kostrad, Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan
Cilodong — Suasana pagi yang penuh kekhusyukan menyelimuti Lapangan Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad di Cilodong saat prajurit TNI, keluarga besar Kostrad, dan masyarakat sekitar berkumpul untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026).
Tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah tahunan, momen tersebut juga menghadirkan pemandangan kebersamaan yang hangat antara prajurit dan warga yang selama ini hidup berdampingan di lingkungan sekitar markas.
Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar, S.E., M.H.I., hadir bersama para prajurit dan masyarakat dalam pelaksanaan sholat yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan.
Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustad Ilhamdi Putra, S.Pd., M.Pd., mengingatkan jamaah tentang makna pengorbanan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya relevan dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Dalam khutbahnya, ia mengajak umat untuk memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama, memperbanyak berbagi, serta menanamkan semangat pengabdian dalam setiap aspek kehidupan.
Peringatan Idul Adha tahun ini mengangkat tema tentang peningkatan iman dan takwa sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Bagi prajurit, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi moral yang mendukung profesionalisme dan integritas dalam menjalankan amanah negara.
Di sisi lain, kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan eratnya hubungan yang terjalin antara TNI dan rakyat. Kebersamaan yang tampak selama pelaksanaan ibadah menjadi gambaran nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum Idul Adha juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan mempererat rasa persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Divif 1 Kostrad berharap nilai keikhlasan, semangat berkorban, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, baik di lingkungan prajurit maupun masyarakat luas.
Bagi keluarga besar Kostrad, Idul Adha bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga tentang membangun karakter, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat melayani bangsa dengan tulus.
Ketika Prajurit dan Rakyat Bersujud Dalam Satu Saf, Terbangun Kekuatan Persaudaraan yang Menjadi Fondasi Kokoh Persatuan Bangsa.
Romo Kefas





